Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home global news detail berita

Perkuat Diplomasi Budaya, Fadli Zon Bahas Peluang Warisan UNESCO dengan Dubes Yaman

tim langit 7 Jum'at, 20 Februari 2026 - 09:13 WIB
Perkuat Diplomasi Budaya, Fadli Zon Bahas Peluang Warisan UNESCO dengan Dubes Yaman
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menggelar dialog dengan Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Dialog ini membahas sejumlah agenda penting terkait penguatan hubungan bilateral Indonesia–Yaman, khususnya melalui kerja sama kebudayaan, diplomasi budaya, dan pertukaran seni.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Yaman telah terjalin sejak lama dan memiliki dasar sejarah yang kuat. Oleh karena itu, kerja sama di bidang kebudayaan dinilai perlu terus diperkuat melalui program-program konkret dan berkelanjutan.

“Hubungan Indonesia dan Yaman sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak abad ke-7. Hingga saat ini, banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Yaman, dan ini menjadi jembatan penting dalam hubungan kedua negara,” ucap Menteri Kebudayaan dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum terdapat perjanjian kerja sama khusus di bidang kebudayaan. Menurutnya, hal ini membuka peluang untuk menjalin kolaborasi yang lebih terstruktur, terutama dengan menggali kesamaan akar budaya.

“Kerja sama kebudayaan bisa difokuskan pada upaya mencari kesamaan akar budaya dan mengembangkan bidang-bidang yang memiliki kemiripan, seperti seni henna, seni ukir, kerajinan gerabah, anyaman bambu dan rotan, pemanfaatan pohon kurma, serta seni kaligrafi,” jelasnya. Menbud juga menilai bahwa berbagai potensi tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk program bersama, termasuk kemungkinan pengajuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia ke UNESCO.

Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Yaman memiliki akar sejarah yang panjang, terutama melalui migrasi masyarakat Yaman ke Nusantara dan peran mereka dalam penyebaran Islam.

“Hubungan ini terjalin sejak ratusan tahun lalu. Leluhur kami datang ke Nusantara tidak hanya membawa agama, namun juga berperan besar dalam membangun peradaban dan tatanan sosial. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat hubungan kedua negara,” ujar Salem Ahmed.

Dirinya menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 7.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Yaman, dan jumlah tersebut terus meningkat. Menurutnya, para mahasiswa tersebut berada dalam kondisi yang relatif stabil dan menjadi bagian penting dalam hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Selain itu, Salem Ahmed menyoroti pentingnya mengaktifkan kembali komite bersama Indonesia–Yaman, serta berbagai perjanjian kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, dan investasi yang telah disepakati. Untuk itu, negaranya berupaya mendorong kunjungan Menteri Luar Negeri Yaman ke Indonesia guna memperkuat kerja sama kedua negara.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti serta Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri.

Menutup dialog, Menteri Kebudayaan berharap kerja sama Indonesia–Yaman di bidang kebudayaan dapat terus ditingkatkan melalui program yang realistis, terukur, dan berkelanjutan. Hubungan panjang sejak abad ke-7, dan keberadaan ribuan mahasiswa Indonesia di Yaman dapat menjadi jembatan penting bagi penguatan kerja sama kedua negara.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)