LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan presiden, wakil presiden Indonesia, dna sejumlah tokoh disebutkan untuk berdiskusi mengenai eskalasi perang di Kawasan Teluk, Timur Tengah serta dampaknya terhadap Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda yang juga mengikuti pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) malam itu.
Hassan dalam jumpa pers mengatakan, mereka yang hadir berdiskusi mengenai situasi di Iran dan implikasinya terhadap Indonesia maupun dunia.
"Ketika tatanan dunia sudah tidak lagi efektif dan tidak ada lagi peluang kepada negara yang menjadi korban serangan militer untuk mengadu kepada siapa, karena PBB sudah tidak berperan dan aturan atau 'rule-based order' hanya 'on paper' dan memang tidak ada kekuatan pemaksa, apalagi kalau itu berkaitan dengan negara-negara besar," ujar Hassan.
Baca juga: Anwar Serukan Diplomasi di Tengah Konflik AS-Iran, Prabowo 'Siap' Terbang ke Teheran untuk MediasiHassan menambahkan, Presiden Prabowo kemudian mengajak seluruh tokoh untuk memikirkan bagaimana Indonesia menempatkan diri, mengingat implikasi dari eskalasi di Teluk tidak hanya kepada urusan keamanan dan perdamaian dunia, tetapi juga terhadap perekonomian.
"Karena itu didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tetapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut 'supply oil', minyak dan gas," bebernya.
Melihat situasi saat ini, Hassan juga mengungkap isi diskusi yang juga mempertimbangkan kemungkinan adanya perang berlarut di kawasan Teluk, terlepas Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang akan berlangsung selama beberapa hari.
"Kalau juga misalnya Amerika akan menggelar pasukan darat, bisa jadi (perang) lebih panjang dan reaksi perlawanan di sekitar negara-negara Timur Tengah juga akan besar, membesar dan karena itu perang akan berlangsung lama," kata Hassan.
Baca juga: Impor Amerika Bebas Syarat Halal Usai Perjanjian Prabowo dan Donald TrumpIa menilai dampak dari eskalasi di Teluk itu tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, tetapi juga oleh banyak negara.
"Karena itu, Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh Presiden, kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini," kata Hassan.
Pada pertemuan itu, tokoh-tokoh yang hadir dan ikut berdiskusi di antaranya, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, dan Wakil Presiden ke-13 KH Ma'ruf Amin.
Kemudian ada pula ketua umum partai-partai politik yang punya perwakilan di DPR RI, perwakilan dari dunia usaha, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara.
Masing-masing, seperti dikatakan Hassan, memberikan kontribusi pemikiran. "Presiden sangat terbuka untuk menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta diskusi."
(lsi)