LANGIT7.ID-, Jakarta - - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dengan tegas membantah isu bahwa Selat Hormuz ditutup selama perang Iran melawan Amerika-Israel. Ia mengatakan justru Amerika yang mengganggu keamanan.
Dubes Boroujerdi menjawab apabila bagi publik yang mengkhawatirkan penutupan Selat Hormuz harus bertanya kepada Amerika Serikat yang mengganggu keamanan di perairan tersebut.
"Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah kemudian mengganggu keamanan di selat Hormuz," katanya kepada awak media di kediamannya di Jakarta, dikutip Jumat (6/3/2026).
Dengan kata lain, saat ini Selat Hormuz tetap terbuka namun Iran memberlakukan protokol lalu lintas khusus elama perang berlangsung demi menjaga keamanan.
Baca juga: Iran Menutup Selat Hormuz, 3 Kapal Tanker Inggris & AS Diserang Saat Coba MelintasDia menggarisbawahi pula bahwa Selat Hormuz tetap dapat dilalui bagi pihak-pihak yang mematuhi protokol yang diterapkan Iran dalam kondisi perang tersebut.
"Selat Hormuz tidak ditutup. Selat Hormoz tetap terbuka. Dan kami hanya sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan. Di selat ini hanya memperlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang. Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati selat Hormuz," jelasnya.
Selat Hormuz berada di antara Teluk (Persia) dan Teluk Oman, yang berfungsi sebagai satu-satunya jalur laut dari Teluk (Persia) ke laut lepas. Ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu titik paling vital secara strategis di dunia. Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati selat tersebut.
Dengan demikian, menurut Dubes Selat Hormuz merupakan tempat di mana Iran menyebarluaskan keamanan sejak ratusan tahun yang lalu. Iran, lanjutnya, menjaga keamanan selat demi keamanan di seluruh negara, termasuk Iran itu sendiri, sembari memastikan bahwa tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di selat itu.
Sebelumnya, IRGC menyiarkan penutupan selat melalui siaran radio frekuensi tinggi. Melalui siaran itu, merujuk pemberitaan Reuters, Minggu (1/3), IRGC memperingatkan, kapal-kapal tidak akan diizinkan untuk melewati Selat Hormuz.
Iran telah memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melewati selat tersebut, yang dilalui sekira 20% minyak dan gas dunia.
Akibatnya, pengiriman internasional hampir terhenti di pintu masuk selat tersebut, dengan para analis memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mendorong harga energi lebih tinggi lagi.
Baca juga: Kapal Drone Kamikaze Iran Berhasil Melakukan Serangan Pertama dalam PerangBahkan, IRGC mengatakan ada tiga kapal tanker dari Inggris dan AS telah "terkena rudal dan terbakar" saat berada dekat dengan jalur pelayaran tersebut. Terkait hal ini, Inggris dan AS belum memberikan komentar.
Merespos itu, harga minyak di pasar Asia naik sekira 13 persen menjadi 80 dolar AS per barel dan berpotensi menembus 100 dolar AS jika penutupan berlangsung lama.
Adapun penutupan lalu lintas di Selat Hormuz, turut berdampak pada dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang hingga kini masih berada di area Teluk.
(lsi)