LANGIT7.ID-, New York - Konflik akibat perang
Iran melawan
Israel dan
Amerika Serikat semakin meluas menyusul peluncuran operasi militer AS dan Israel terhadap target-target Iran. Tak tinggal diam, Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara mengenai rancangan resolusi dari konflik tersebut.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan hari ini melakukan voting perihal rancangan resolusi yang saling bertentangan, terkait perang di Iran dan dampaknya di seluruh kawasan.
Langkah pertama, yang diajukan oleh negara-negara Teluk, yaitu mengutuk serangan Iran terhadap mereka dan Yordania.
Rusia yang mnejadi sekutu Iran di dewan, telah mengajukan rancangan tandingan. Tanpa menyebut nama Iran, Israel, atau AS, teks tersebut mengutuk semua serangan terhadap warga sipil dan mendesak semua pihak untuk menghentikan pertempuran dan kembali ke perundingan.
Baca juga: Syarat Mutlak! Iran Hanya Buka Selat Hormuz untuk Negara yang Berani Usir Diplomat AS & IsraelMelansir BBC, Rabu (11/3/2026), ini adalah tindakan pertama yang dipertimbangkan oleh dewan sejak mengadakan pertemuan darurat tak lama setelah konflik meletus.
Saat itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa serangan udara Israel-AS terhadap Iran, dan serangan balasan Iran terhadap negara-negara di kawasan tersebut merupakan pelanggaran terhadap piagam PBB. (*/lsi/bbc)
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengkritik negara-negara Teluk yang menuduh mereka mencoba membalikkan peran agresor dan korban melalui apa yang disebutnya sebagai teks yang bias dan bermotivasi politik.
Draf tersebut kini memiliki lebih dari 90 sponsor, termasuk Inggris.
Baca juga: Israel Dihantam Rudal Balistik Iran, Kondisi Tel Aviv BlackoutIsi draf menuntut penghentian segera semua serangan dan ancaman oleh Iran terhadap enam negara Teluk dan Yordania, termasuk melalui proksi.
Tak hanya itu, dalam draf tersebut juga mengutuk setiap tindakan atau ancaman oleh Teheran yang akan menutup atau mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz yang sangat penting.
(lsi)