Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dunia Sejatinya Tempat Ujian Orang Beriman

ahmad zuhdi Jum'at, 15 Oktober 2021 - 23:05 WIB
Dunia Sejatinya Tempat Ujian Orang Beriman
Ilustrasi. (Foto: Langit7.ID/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - - Kesenangan dan hiruk pikuk dunia dengan segala isinya sejatinya adalah tempat ujian bagi manusia, khususnya orang beriman. Begitu pun bagi yang tak beriman kepada Allah SWT, dunia merupakan tempat ujian sementara sebelum ia berada dalam tempat keabadian.

Bagi seorang mukmin, sebenarnya tak perlu risau dengan 'rentetan' ujian yang sedang dijalani. Karena dengan ujian itu, Allah SWT sedang menguji sejauh mana ketaatan hambaNya kepada Sang Khalik, baik ujian yang sifatnya kesenangan maupun kesukaran.

Namun dalam menghadapi ujian tersebut tentunya harus menyandarkan diri dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Bukan kepada manusia apalagi meminta kepada dukun atau paranormal untuk menyelesaikan masalah hidupnya. Disinilah nilai terakhir manusia, ujian yang ia dapatkan akan bermuara pada dua hal, apakah mulia atau hina dan apakah taat atau maksiat.

Baca juga: Carilah Dunia, Namun Jangan Lupakan Negeri Akhirat

Kenapa dalam alinea sebelumnya menggunakan kata rentetan, tentu saja hal itu berdasarkan pada contoh-contoh yang sering kita jumpai di masyarakat. Misalnya, penulis pernah mempunyai teman yang kehilangan motornya akibat ditipu orang, selang berapa lama dia diberhentikan dari tempat kerjanya, tak lama dari itu dia juga mengalami musibah kebakaran.

Si jago merah melalap semua bangunan dan isi yang ada di rumah tersebut. "Hanya ini saja yang tersisa (di badan)," katanya sembari mengisyaratkan pakaian yang ia kenakan itulah yang ada. Selebihnya terbakar tanpa sisa satupun.

Namun, dibalik peristiwa tersebut ada hikmah yang dapat diambil. Bagi orang beriman, ujian yang dialami tersebut dapat dijadikan pemicu untuk meningkatkan iman dan amal saleh. Ada kalanya ujian tersebut berupa fitnah, baik fitnah dunia maupun fitnah akhirat.

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Latin: A ḥasiban-nāsu ay yutrakū ay yaqụlū āmannā wa hum lā yuftanụn.

Arti: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al-Ankabut: 2).

Dalam tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah dijelaskan, Allah SWT menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai dengan tingkat keimanan mereka. Apakah manusia mengira Allah SWT akan membiarkan mereka saja ketika mereka berkata “Kami beriman” tanpa menguji kebenaran perkataan mereka itu dengan ujian melalui harta dan diri mereka?

Tidaklah demikian, Tuhan mereka pasti akan menguji mereka agar menjadi jelas tingkat kebenaran dan keteguhan mereka. Dan ayat ini tetap berlaku bagi umat ini.

Baca juga: Hikmah Maulid Nabi, Momen ketika Ummat Islam Harus Bergembira

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)