LANGIT7.ID-, Teheran -
Iran mengecam serangan
Amerika Serikat (AS) di wilayahnya sebagai "kejahatan perang". Para pejabat Iran juga menegaskan bahwa serangan tersebut tidak memengaruhi jadwal rangkaian prosesi pemakaman
Ayatollah Ali Khamenei.
Terkait serangan tersebut, Iran menuduh Washington telah melanggar kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri perang.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam apa yang disebutnya sebagai "serangan agresif" oleh militer AS terhadap berbagai lokasi di sepanjang provinsi pesisir selatan, serta dua jembatan kereta api di jalur menuju kota Mashhad di timur laut Iran.
Serangan-serangan tersebut merupakan "kejahatan perang berat", demikian pernyataan kementerian itu, dikutip dari
AlJazeera, Kamis (9/7/2026). Kementerian tersebut menuduh AS melanggar Pasal 1 dan 5 nota kesepahaman (MoU) mengenai pengakhiran perang.
Baca juga: Delegasi Indonesia Dipastikan Hadiri Pemakaman Khamenei, Meski Jalur Udara di Iran DitutupSementara itu, pada hari Rabu (8/7), Presiden
Trump menyatakan bahwa MoU tersebut sudah "berakhir".
Prosesi Pemakaman Khamenei Tak Terpengaruh oleh Serangan AS
Segala bentuk serangan AS yang diluncurkan selama proses pemakaman Ali Khamenei dipastikan tidak memengaruhi jadwal rangkaian prosesi pemakaman.
Tahap awal di Teheran telah dilaksanakan, kemudian dilanjutkan di kota Qom, dan selanjutnya jenazah beliau dibawa ke Irak, tepatnya ke kota Karbala dan Najaf.
Pada pagi harinya, jenazah Pemimpin Tertinggi diterbangkan ke kota Mashhad, tempat asal keluarga sekaligus tempat kelahiran beliau.
Baca juga: Amerika Ingkar Janji, Tetap Serang Iran Saat Upacara Pemakaman Ali Khamenei BerlangsungMashhad memiliki arti penting bukan hanya karena merupakan tempat kelahiran beliau, tetapi juga karena di sanalah terletak makam Imam kedelapan umat Muslim Syiah, Imam Reza. Beliau diperkirakan akan dimakamkan di sekira area makam tersebut.
Seorang reporter media
AlJazeera, Resul Serdar Atas melaporkan bahwa dirinya sempat menanyakan kepada para pejabat apakah serangan Amerika tadi malam, yang menyebabkan jalur kereta api penghubung ibu kota dengan Mashhad tidak dapat beroperasi, telah memengaruhi rencana tersebut atau tidak? "Mereka menyatakan tidak ada pengaruhnya," lapornya.
Rencana awal, tahap akhir prosesi pemakaman dan upacara penguburan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/7) pukul 06.00 pagi waktu setempat.
Namun, kini terjadi penundaan selama delapan jam. Para pejabat menyatakan bahwa penundaan ini bukan disebabkan oleh serangan tersebut, melainkan akibat membeludaknya massa di Irak pada hari Rabu yang menyebabkan jadwal menjadi mundur.
Baca juga: Amerika Cegah 13 Negara Hadiri Pemakaman Khamenei di Iran Melalui Kampanye Diplomatik(lsi)