LANGIT7.ID, Jakarta - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau biasa disapa Gus Yahya, menilai Covid-19 membuat pengasuh pesantren berpikir keras untuk tetap menjalankan pendidikan pada masa pandemi Covid-19.
Dampak corona terhadap pesantren tak hanya meliputi soal materi, namun juga berpengaruh pada nilai fundamental tentang metode pendidikan di pesantren. Ini karena salah satu prinsip metode pendidikan pesantren adalah santri dan guru tinggal bersama dalam satu pondok.
“Ini bukan hanya soal metode pedagogi, tetapi ini sudah menyangkut nilai yang fundamental dalam wawasan keagamaan pesantren,” kata Gus Yahya dalam webinar Hari Santri Nasional 2021: Tetap Menyantri di Masa Pandemi, Kamis malam (21/10/2021).
Baca Juga: Terinspirasi Ki Hajar Dewantara, Pesantren Harus Jadi Sistem Pendidikan Nasional
Praktik hidup bersama antara guru dan santri merupakan poin penting dalam kehidupan pesantren. Sebab, pesantren membuat sistem pendidikan bukan sekadar pengajaran kognitif, tetapi harus sampai kepada transfer spiritual.
"Apa yang disebut sebagai cahaya hidayah dari guru kepada murid kemudian diistilahkan sebagai irsyad. Jadi, bukan hanya taklim,” tuturnya.
Maka dari itu, Gus Yahya menyebut ada empat dukungan yang perlu diberikan kepada pesantren agar kegiatan belajar mengajar di pesantren bisa diterapkan seperti dulu meski di tengah pandemi.
Pertama, mempercepat vaksin. Vaksinasi mesti menjadi prioritas sehingga para guru dan santri punya ketahanan untuk kembali tinggal bersama di pesantren.
Kedua, mayoritas pesantren di Indonesia memiliki infrastruktur yang minimal. Maka fasilitas perawatan merupakan hal penting untuk menunjang pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar tatap muka.
Baca Juga: Paparkan Sejarah Hari Santri, Ketua DDII: Pesantren Didirikan untuk Lahirkan Pejuang
“Perlu adanya bantuan dorongan supaya mereka dapat tambahan akses kepada fasilitas-fasilitas perawatan kesehatan apabila terjadi kasus penularan,” tutur Gus Yahya.
Ketiga, pemerintah perlu memberikan edukasi kepada kiai, santri, dan masyarakat di sekitar pesantren terkait Covid-19. Edukasi itu penting untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Keempat, pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung mereka yang belajar dan hidup di pesantren.
“Dengan semua ini, kami harap pesantren bisa kembali normal, kembali menyelenggarakan pendidikan dengan tradisi yang telah ada, karena di situ kekuatan pesantren, yaitu berkumpulnya guru dan murid,” tutur Gus Yahya.
(jqf)