Dalam arahannya, Ketua Bidang Dakwah PP Persis, Ustaz Uus Muhammad Ruhiyat, menekankan pentingnya membangun koordinasi yang erat antara pimpinan pusat, pimpinan daerah, serta para dai di lapangan. "Sinergi yang solid ini menjadi kunci utama agar seluruh program kerja mampu merespons kebutuhan riil masyarakat kepulauan secara efektif.," kata Ustaz Uus dikutip laman Persis, Kamis (24/9/2026).
Sementara itu, Ustaz Yusup Tajri mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan jaulah hingga menjangkau pelosok kepulauan. Ia menjelaskan bahwa Bidang Dakwah PP Persis periode 2022–2027 fokus menyiapkan sumber daya dai yang matang melalui penyiapan tiga pilar utama, yaitu model, modul, dan modal.
Baca Juga: Talak Tiga Sekaligus, Bagaimana Hukum dan Sejarah Perubahan Fatwa dalam Islam?
"Pengembangan dai pelosok membutuhkan kesiapan keilmuan, adaptabilitas sosial, serta strategi komunikasi yang memadai untuk menciptakan program dakwah yang berkelanjutan," kata Ustaz Tajri.
Kehadiran para dai dalam kegiatan ini turut menjadi ruang pertukaran pengalaman dan pemetaan tantangan dakwah kepulauan. Pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada para muhsinin dan Rumah Zakat yang konsisten memberikan dukungan moril maupun materiil demi keberlangsungan syiar Islam di pelosok negeri.
Rangkaian acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bidang Dakwah PP Persis, Ustaz Uus Muhammad Ruhiyat, bersama Dr Yusup Tajri dan Ustaz Iman Kodariansyah. Hadir pula perwakilan Kafilah Duat 2026 dari Pagerungan Kecil serta para pimpinan ranting Persatuan Islam dari berbagai pulau di sekitar Kecamatan Sapeken.
Baca Juga: Kiai Jeje Ulas Pemikiran Ibnu Qayyim Soal Dinamika Perubahan Fatwa
