LANGIT7.ID-, Prancis - Gelombang aksi protes yang dilakukan siswa dan guru di Prancis begitu besar hingga menyebabkan ratusan orang terluka. Bahkan 5.000 orang telah ditangkap terkait aksi ini. Akibatnya, 500 sekolah terpaksa ditutup sebagai langkah antisipasi. Apa sebenarnya yang menjadi pemicu gelombang protes tersebut?
Ribuan remaja menggelar demonstrasi besar-besaran dan memasang barikade pada pekan lalu, untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai kurangnya pendanaan dan pengabaian terhadap sistem pendidikan.
Apa pemicu aksi ini? Tindakan protes para guru dan siswa tersebut bermula di sebuah sekolah menengah di pinggiran kota Paris pada 17 September lalu. Pemicunya yaitu masalah kekurangan tenaga pengajar, jam sekolah yang terlalu panjang, serta berbagai keluhan lainnya.
Sejak saat itu, gelombang protes telah meluas ke seluruh negeri, memicu aksi mogok belajar, pemblokiran, dan demonstrasi. Tak hanya itu, bahkan ada 24 sekolah telah "dibakar atau dijarah" sejak awal aksi protes.
Baca juga: 500 Lebih Sekolah di Prancis Ditutup Menyusul Rencana Demo Siswa dan GuruMenurut Menteri Dalam Negeri, lebih dari 5.000 orang telah ditangkap dalam sepekan terakhir; 85 persen di antaranya adalah anak di bawah umur.
Saat demo berlangsung telah terjadi bentrokan antara pendemo dengan polisi antihuru-hara. Akibatnya, setidaknya 170 siswa dan 78 tenaga kependidikan telah terluka.
Berbagai pihak mengkritik tindakan kekerasan polisi yang dinilai "berlebihan" dalam merespons demonstrasi tersebut. Kelompok pembela hak asasi manusia, Amnesty International, menyatakan bahwa aspirasi para siswa yang berunjuk rasa "harus didengarkan, bukan ditindas".
Dikabarkan, hari ini, Senin (5/10), aksi protes akan digelar kembali. Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Nasional melaporkan bahwa setidaknya 400 dari 3.700 sekolah menengah di Prancis ditutup pada hari Jumat (2/10), sementara 560 sekolah lainnya menghadapi aksi protes atau gangguan. Sebagaimana dilansir
AlJazeera.
Baca juga: Dua Tersangka Pencurian Museum Louvre Telah Didakwa, Pelaku Tetap Keras Bantah TuduhanMenurutnya, jumlah sekolah yang terdampak pada hari ini, diperkirakan akan setara dengan angka pada hari Jumat.
"Kegiatan belajar-mengajar akan dihentikan sepenuhnya atau sebagian di 400 hingga 500 sekolah karena persyaratan keamanan "belum terpenuhi," ujar Menteri Pendidikan Édouard Geffray pada Minggu (4/10) dilansir
The Guardian, Senin (5/10/2026).
Jumlah penutupan sekolah pada hari Senin akan setara dengan hari Jumat, namun pemerintah memperkirakan akan terjadi "pemulihan kegiatan belajar secara bertahap dan sebagian", tambah Geffray.
Geffray menyatakan bahwa penutupan tersebut merupakan langkah pencegahan demi keamanan. Para penyelenggara aksi protes telah menyerukan kembali digelarnya demonstrasi besar-besaran pada hari Selasa, dengan alasan belum adanya "langkah konkret" dari pemerintahan Presiden Emmanuel Macron. (*/lsi/theguardian/aljazeera)
Baca juga: Dua Tersangka Pelaku Pencurian di Museum Louvre Paris, Berhasil Ditangkap(lsi)