LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam banyak hadits shahih disebutkan dalil keutamaan shalat subuh berjamaah di masjid. Banyaknya dalil yang berbicara tentang keutamaan tersebut menunjukkan betapa istimewanya dan keutamaan untuk menegakkan shalat shubuh.
Salah satu hadits tersebut berbunyi: "Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun shubuh." (HR Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad, dan Ibnu Majah).
Baca Juga: Yenny Wahid: Pemuda Punya Cara Sendiri Berkontribusi untuk NegaraBagi seorang muslim, terlebih remaja dan pemuda bisa dibilang tidak mudah (kalau tidak disebut sulit) untuk berangkat subuh, menahan rasa kantuk, melawan hawa dingin, dan bergegas berjamaah di masjid. Namun jika disadari banyak keutamaan serta pahala yang diraih, tentulah setiap pemuda akan bergegas berangkat subuh berjamaah di masjid.
Dalam sebuah hadits dikatakan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوَاً
“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shalat Isya’ dan shalat Subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari nomor 615 dan Muslim nomor 437)
Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً
“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari nomor 657).
Baca Juga: Pemuda Harus Kerja Keras dan Tak Gampang Putus AsaIbnu Hajar mengatakan bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,
وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى
“Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas” (QS. At Taubah: 54). Akan tetapi, shalat ‘Isya dan shalat Shubuh lebih berat bagi orang munafik karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang beristirahat, sedangkan waktu Subuh adalah waktu nikmatnya tidur. (Fathul Bari, 2: 141).
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Orang munafik itu shalat dalam keadaan riya’ dan sum'ah (ingin dilihat dan didengar orang lain). Di masa silam shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’ tersebut dilakukan dalam keadaan gelap sehingga mereka -orang munafik- tidak menghadirinya. Mereka enggan menghadiri kedua shalat tersebut.
Baca Juga: Komunitas Bersama Pemerintah Ambon Peringati Sumpah Pemuda dengan Bersihkan SampahNamun untuk shalat lainnya, yaitu shalat Zhuhur, Ashar dan Maghrib, mereka tetap hadir karena jama’ah yang lain melihat mereka. Dan mereka kala itu cari muka dengan amalan shalat mereka tersebut. Mereka hanyalah sedikit berdzikir kepada Allah.
Di masa silam belum ada lampu listrik seperti saat ini. Sehingga menghadiri dua shalat itu terasa berat karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena shalat ‘Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Shubuh waktu lelapnya tidur.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 5: 82).
Tidak banyaknya orang yang melakukan hal tersebut, sehingga ada ungkapan 'Kami akan takut kepada umat Islam apabila shalat subuhnya seperti shalat Jumat'. Hal ini tentu harus menjadi motivasi bersama bahwa kekuatan umat muslim yang tegak seperti bangunan yang kokoh berawal dari shalat shubuh.
Baca Juga: Kenang Sumpah Pemuda, Fadli Zon: Leadership Merupakan Kunci Persatuan Mafhum mukholafahnya, jika shalat shubuh belum seperti shalat Jumat, maka hal itu bisa menandakan bahwa kekuatan umat Islam tersusun dalam shaf dan gerakan yang rapi. Semoga kita senantiasa diberikan keistiqomahan untuk selalu melaksanakan shalat shubuh di masjid.
Baca Juga:
Sejarawan: Istilah Sumpah Pemuda Tidak Tercetus dalam Kongres Pemuda 28 Oktober
Disebut Pemuda jika Ini Loh Saya, Bukan Ini Loh Bapak Saya(asf)