Langit7, Jakarta - Ikan lele merupakan jenis ikan yang paling banyak dan sering dikonsumsi oleh masyarakat. Kendati demikian, produk turunan ikan lele masih sangat jarang ditemui dan minim akan inovasi.
Untuk itu, Dianrafi Alphatio, berusaha untuk menghadirkan terobosan dengan mengolah lele menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Mulai merintis usahanya sejak tahun lalu, ia menyebutkan ada banyak sekali peluang yang belum dimanfaatkan dalam pengolahan ikan.
"Ada satu kelemahan dari konsumsi yang tinggi dari ikan lele, yaitu, variasi produknya yang kurang beragam," katanya dikanal Youtube DNTrust.
Baca juga: Dorong Daya Saing UMKM, Garuda Angkut Ekspor Unggulan ke Dubai dan TiongkokMenurutnya, ikan lele bisa diolah menjadi beragam produk. Jadi, tidak melulu harus digoreng yang biasa disajikan sebagai pecel lele.
Adapun berbagai varian olahan lele yang ia kembangkan, yakni dimsum, pangsit, nugget, dan fillet krispi. Keempat olahan tersebut juga menjadi andalan produk yang ia perkenalkan kepada masyarakat luas.
"Kami menggunakan strategi online, karena ini adalah industri rumahan. Jadi kami bikin satu outlet di media sosial," katanya.
Baca juga: Mandiri, Muslimah Ini Sukses Kuliah Sambil BerwirausahaDengan begitu, ia bisa menyasar konsumen lebih luas. Bahkan, pangsa pasar produk olahan lelenya itu didominasi oleh masyarakat Jabodetabek.
Tio, sapaan akrabnya berharap, melalui usahanya ini dapat meningkatkan kesejahteraan para pebudi daya ikan lele. Dengan produk olahan lelenya, secara tidak langsung juga turut membantu meningkatkan nilai jual dari lele itu sendiri.
"Kami sebenarnya ingin sekali memperbanyak para jejaring, seperti mitra pebudi daya. Jadi agar panen mereka bisa kami tampung, untuk mendapatkan nilai jual lebih tinggi melalui produk turunannya," jelasnya.
(zul)