LANGIT7.ID, Jakarta - Manusia tidak akan terlepas dari liku-liku kehidupan. Terkadang bahagia, terkadang sedih; ada kalanya masa sukses, ada juga masa gagal. Suatu waktu mengalami kemudahan, di waktu lain berurusan dengan kesulitan.
Setiap orang pasti akan mengalami romantika kehidupan, baik di kala susah atau senang, tabiat manusia cenderung untuk berbagi dengan sesama tentang kehidupannya. Satu sama lain saling membutuhkan dan melengkapi.
Khusus ketika mengalami kesedihan, manusia sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk mengatasi kesulitan hidupnya, walaupun tidak setiap orang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap yang lain. Bahkan terkadang permohonan kita tidak didengar atau langsung ditolak seketika.
Baca Juga: Terjebak Macet dalam Perjalanan? Yuk Tenangkan Diri dengan Baca IniDalam hal ini, Allah selaku Sang Pencipta sangat membuka pintu lebar-lebar untuk menerima keluh-kesah hamba-Nya, bahkan Allah akan murka kepada hamba-Nya yang tidak pernah berdoa atau berdoa selain kepada Allah. Berbeda dengan watak manusia, cepat marah ketika sering diminta bantuan.
Ketika berdoa kepada Allah, terdapat beberapa doa yang sering kita ucapkan sebagaimana macam-macam doa di bawah ini:
1. Doa khusus dalam ibadah, seperti doa iftitah.
Shighah atau redaksi doa ini tidak boleh diubah. Apalagi dengan bahasa sendiri atau bilingual (dua bahasa).
Baca Juga: Ingin Anak Anda Shalih dan Nurut? Yuk Baca Doa Ini2. Doa khusus dalam kegiatan sehari-hari, seperti doa sebelum tidur, ini pun
shighah doanya tidak boleh diganti. Rasulullah Saw pernah menegur sahabat yang mengubah kalimat "
Nabiyyika" dengan "
Rasulika", padahal maksudnya sama.
3. Doa masalah (permintaan)
shighah-nya dari Alquran dar al-Hadits, misalnya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."
4. Doa
tsana (pujian, sanjungan seperti mengucapkan Asmaul Husna): Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi Saw., “Allah itu memiliki 99 nama. Siapa yang menjaganya (menghafalnya) ia akan masuk surga, dan sesungguhnya Allah itu witir, Dia menyukai witir”. (HR Muslim).
Baca Juga: Begini Cara Mudah Menjadi Morning Person, Agar Tidak Dibilang Pemalas5. Doa sanjungan yang redaksinya disusun sendiri tetapi tidak bertentangan dengan Alquran dan as-Sunnah
Dari Abdullah bin Buraydah dari ayahnya, bahwa Rasulullah Saw pernah mendengar seseorang berdo'a, (Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu, sungguh aku meyakini bahwa Engkau, Engkaulah Allah yang tiada tuhan selain Engkau yang Ahad, tempat meminta, yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, serta tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya).
Rasulullah Saw. bersabda, “Sungguh engkau telah memohon kepada Allah dengan nama yang apa diminta dengan-Nya, Dia akan memberi, dan apabila diseru dengan-Nya, Dia akan mengijabah".(HR Abu Daud dengan syarat Muslim).
6. Doa bebas sesuai dengan kebutuhan
Jika tidak ditemukan redaksinya dalam Alquran dan as-Sunnah dibolehkan berdoa sesuai keinginan dengan bahasa sendiri, atau dengan redaksi dari orang-orang shalih. Seperti menyebut nama orang yang didoakan atau menyebut masalah yang dihadapinya dalam doa istikharah. Jika tidak hafal doa menengok orang sakit atau doa istikharah, bolehlah orang itu berdoa dengan bahasa yang dapat dipahaminya.
Baca Juga: Tafsir Surat As Shaff Ayat 6: Nabi Isa Beritahu Kerasulan Muhammad pada Bani IsrailKita sering mendoakan orang lain dengan spontan. Misalnya: “Selamat ya... Semoga sukses... Semoga dilindungi Allah...” dan sebagainya.
Sekalipun bebas sesuai dengan kebutuhan, berdoa itu harus cerdas, jangan sampai salah meminta. Dulu ada orang yang memohon kepada Allah: "Ya Allah, janganlah Engkau menyiksaku di akhirat, dahulukan saja di dunia.” Sabda Rasulullah Saw., “Kamu tidak akan kuat menahan siksa Allah, mengapa kamu tidak berdoa, (Ya Allah, datangkan kepada kami di dunia
hasanah (kebaikan) dan di akhirat
hasanah, serta jagalah kami dari siksa neraka). (HR Muslim).
Baca Juga: Tafsir Surat As Shaff Ayat 6: Nabi Isa Beritahu Kerasulan Muhammad pada Bani Israil(zhd)