Orang Cerdas Selalu Beriorientasi pada Kehidupan Setelah Kematian
fajar adhityaJum'at, 05 November 2021 - 16:40 WIB
Belajar sejarah lewat nisan kubur. (Foto: Pixabay).
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian. Kematian merupakan rahasia Allah yang tak dapat diketahui kapan waktunya, tempat, dan bagaimana caranya.
Kematian adalah rahasia dan ada takdirnya di sisi Allah Swt. Karenanya, seorang muslim harus mempersiapkan kematian dengan sebaik-baiknya.
Siapapun akan menemui kematian baik dalam keadaan sakit maupun sehat, baik dalam usia muda maupun tua. Kematian akan mendatangi siapapun dan dalam keadaan apapun.
Dalam Islam, orang yang pandai adalah mereka yang mempersiapkan kematian dengan sebaik-baiknya. Mereka mampu menahan hawa nafsu dan mengerjakan sebanyak-banyaknya kebaikan selama hidup.
"Orang yang cerdas adalah yang menekan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang bodoh adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan mengangankan kepada Allah berbagai angan-angan." (HR. Tirmidzi).
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.