LANGIT7.ID - Nama Abdullah Hammoud tengah menjadi buah bibir di publik Amerika Serikat (AS), khususnya di Deaborn, Negara Bagian Michigan. Dia mencetak sejarah dengan menjadi Wali Kota muslim pertama di Negara Paman Sam sejak Selasa (2/11/2021) lalu.
Hammoud mengalahkan Gary Woronchak (66), mantan wakil negara bagian dan mantan komisaris Wayne County. Ia menang dengan 54,6 persen suara berbanding 45,2 persen.
Politikus dari Partai Demokrat itu merupakan pria 31 tahun kelahiran Lebanon. Dia menjadi Wali Kota pertama keturunan Arab di Dearborn. Kota itu telah lama dikenal dengan populasi yang cukup besar dari orang Timur Tengah.
Keluarga Hammoud merupakan imigran dari Lebanon. Namun, ia lahir dan besar di Dearborn. Kehidupan yang terlalu mapan membuat keluarga Hammoud sering berpindah-pindah tempat tinggal. Pada saat ia masih berusia 12 tahun, ia bahkan tinggal di 12 rumah berbeda.
“Ini adalah kisah pekerja miskin. Ini tidak unik hanya untuk kisah imigran. Saya pikir ini adalah kisah yang dirasakan banyak orang jika anda memiliki keluarga pekerja miskin,” kata Hammoud, dikutip Detroit Free Press, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga: Shahana Hanif Wanita Muslim Pertama Terpilih Jadi Anggota Dewan Kota New York
Sang ibu, Ghada Hammoud, datang ke Amerika Serikat pada 1974. Kala itu, Ghada masih berusia 4 tahun. Ia memutuskan datang ke Negeri Paman Sam untuk menghindari pertikaian sipil di Lebanon. Sementara, ayah Hammoud tiba di As pada 1980-an setelah sebagian keluarganya di Lebanon pindah ke Arab Saudi untuk bekerja di industri beton.
Setelah menetap di Dearborn, ayah Hammoud bekerja sebagai sopir truk. Dia mengantarkan gulungan baja untuk keperluan industri mobil. Ayahnya bekerja serabutan, seperti menjadi kusir di pom bensin. Hammoud kerap ikut bersama ayahnya bekerja. Dia juga mengaku pernah bekerja sebagai petugas pom bensin hingga menjajal sebagai pelayan.
Meski hidup dalam kemiskinan, namun keluarga tetap memprioritaskan pendidikan untuk Hammoud. Orang tuanya selalu berpesan bahwa pendidikan merupakan jalan menuju kesuksesan. “Bukan karena keserakahan atau apa pun, melainkan karena anda tidak pernah ingin berjuang dengan tagihan. Kami melihat apa yang dialami orang tua kami,” kata Hammoud.
Hammoud memiliki cita-cita mulia. Ia ingin menjadi dokter. Atas dasar itu ia belajar biologi dan meraih gelar sarjana sains di University of Michigan-Ann Arbor. Selanjutnya, ia mendapat gelar master administrasi bisnis dari Ross School of Business at the University of Michigan-Ann Arbor.
Pada 2014, dia sempat bekerja sebagai konsultan intelijen senior beberapa tahun di Health Alliance Plan. Dia juga pernah bekerja di Blue Care Network of Michigan sebagai analis. Pada 2015, Kakak Hammoud, Ali Hussein Hammoud, meninggal dunia mendadak karena kejang pada usia 28 tahun. Insiden itu mendorong Hammoud meninggalkan dunia korporat dan terjun ke politik.
Pada 2016, Hammoud berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk mewakili Dearborn di House of Representatives. Keberhasilan itu dilihat sebagai kemenangan besar bagi komunitas Arab-Amerika di Dearborn. Ia terpilih kembali pada 2018 dan 2020.
Setelah itu, dia memutuskan terjun dalam pemilihan wali kota Dearborn yang digelar pada Selasa (2/11/2021). Dia pun berhasil memenangkan pemilihan tersebut dan berhak menjadi Wali kota Dearborn.
“Kepada para pemuda-pemudi yang pernah diejek karena keyakinan atau etnis mereka, kepada anda yang pernah dibuat merasa bahwa nama mereka tidak disukai, dan kepada orang tua kita serta orang lain yang dipermalukan karena bahasa Inggris tak fasih tapi masih bertahan, hari ini adalah bukti bahwa anda adalah warga Amerika seperti orang lain,” kata Hammoud.
(jqf)