LANGIT7.ID - - Berolahraga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti membuat badan jadi lebih sehat, kuat, cepat dan juga lebih baik dalam menjalani aktivitas harian. Selain itu, manfaat berolahraga lainnya adalah baik untuk rutinitas ke "belakang" atau toilet.
Menurut sebuah studi dari Scandinavian Journal of Gastroenterology, aktif berolahraga terbukti efektif mengobati sembelit. Bahkan, menurut Mayo Clinic seperti dilansir dari Livestrong, Rabu (24/11/2021), olahraga juga bisa membantu dan mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar.
Baca juga: Manfaat Gerakan Shalat: Tenangkan Jiwa hingga Perbaiki PencernaanMeski begitu, tidak semua gerakan dalam olahraga bisa memberi manfaat tersebut. Ada jenis olahraga yang bisa membantu mempercepat proses pencernaan, ada juga yang malah bisa merusak rutinitas harian tersebut.
Lalu, gerakan seperti apa yang bisa memberi manfaat memperlancar proses buang air?
Ada 3 gerakan atau latihan yang baik untuk pencernaan Anda, yaitu:
1. Yoga Gerakan yoga yang memungkinkan Anda untuk menekuk, melipat, melengkung, merenggangkan dan memutar tubuh punya manfaat besar bagi pencernaan. Menurut Direktur Pendidikan YogaSix Kelly Clifton Turner, gerakan yoga bisa memanipulasi organ dalam tubuh termasuk perut dan usus yang bisa memperlancar urusan ke belakang.
Turner merekomendasikan beberapa gerakan yoga yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti gaya anjing, duduk memutar, dan wind relieving pose.
Untuk gaya anjing, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah luruskan tangan ke depan hingga pinggang sejajar dengan lutut. Letakkan dahi Anda di lantai dan tahan pinggang ke atas. Tetap dengan posisi tersebut selama 8-10 tarikan nafas.
"Gerakan ini bisa membebaskan gelembung gas yang terperangkap hingga berjalan sempurna untuk kemudian dilepaskan," kata Turner.
Gerakan selanjutnya adalah duduk memutar. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah duduk tegak dengan kedua kaki disilang. Kemudian letakan tangan kiri Anda ke lutut kanan dan tangan kanan posisinya di belakang, hingga Anda bergerak memutar ke kanan.
Tahan posisi tersebut sampai beberapa tarikan nafas, lalu lakukan gerakan sebaliknya. Menurut Turner, gerakan duduk memutar ini sangat membantu masalah pencernaan karena tekanannya diikuti dengan pelepasan dan memperkuat kontraksi seperti gelombang alami dalam saluran susu Anda, atau dikenal juga sebagai peristaltik.
Gerakan yoga, wind relieving adalah dengan berbaring lurus, dan tarik lutut kiri ke bagian dada, tahan beberapa lama dengan kedua tangan. Tetap dalam posisi tersebut sambil menarik nafas dalam, kemudian ganti kaki.
2. Berjalan kakiSebuah studi inovatif dari Journal of Gastrointestinal and Liver Diseases, mengatakan berjalan kaki merupakan cara efektif untuk memperlancar buang air besar.
Studi lain dari Diabetes Care pun menunjukkan bahwa denngan berjalan setelah makan bisa membantu menurunkan gula darah tinggi pada orang tua yang sudah tidak aktif. Sehingga gerakan tersebut bisa membantu tubuh menggunakan glukosa lebih efisien.
Kadar gula darah yang tidak stabil dari diabetes dapat menyebabkan gastroparesis atau kondisi dimana menyimpan makanan di perut terlalu lama dapat menyebabkan gula darah sangat tinggi atau sangat rendah.
Menurut Patrick B. Wilson, PhD, RD, dan asisten profesor ilmu gerakan manusia di Old Dominion University, orang yang hidup dengan gangguan pencernaan seperti IBS atau sembelit juga bisa mendapatkan bantuan dari aktivitas aerobik sedang, seperti berjalan.
3. Jogging Saat Anda ingin BAB tapi tidak bisa, maka lakukan jogging. Menurut Carol Aguirre, RD, LDN, seorang pelatih lari dan ahli diet, berlari dengan kecepatan sedang dan stabil melatih otot-otot usus Anda, hingga membantu mendorong gerakan usus datang lebih cepat.
Baca juga: Sarapan Sebelum Olahraga Bantu Percepat Pembakaran KarbohidratSeperti yoga, lari dapat memicu gerakan peristaltik atau elaksasi usus secara tidak disengaja, sehingga urusan ke belakang pun jadi lancar.
"Semua gerakan ke atas dan ke bawah dapat mengganggu sistem pencernaan dan meninggalkan kebutuhan untuk menemukan kamar mandi secepatnya," kata Aguirre.
Aguirre memperingatkan, bagaimanapun, bahwa lari yang sangat panjang dan sprint dengan intensitas yang sangat tinggi dapat menambah gangguan pencernaan, jadi yang terbaik adalah tetap melakukan jogging ringan jika Anda ingin memperbaiki pencernaan.
(est)