LANGIT7 - JAKARTA ,- - Pasti banyak yang tahu mayoritas fitness influencer atau personal training menyarankan untuk tidak mengkonsumsi apapun selama berolahraga. Namun, hasil penelitian yang diterbitkan di American Journal of Physiology: Endocrinology and Metabolism membuktikan makan atau sarapan sebelum berolahraga bisa membantu pembakaran kalori, melancarkan pencernaan atau metabolisme dalam tubuh.
Studi kecil yang dilakukan secara ketat tersebut membandingkan perbandingan secara spesifik dengan mengamati 12 pria dewasa yang sarapan bubur susu dan kelompok yang berpusa semalaman sebelum bersepeda.
Penelitian juga melakukan tes level glukosa darah dan level glikogen otot dari 12 partisipan pria bugar. Hasilnya, mereka yang sarapan meningkatkan kecepatan pembakaran karbohidrat selama olahraga, hingga sepanjang hari itu.
Baca juga : 5 Makanan Sehat untuk Sarapan Ini Beri Energi dan Jaga Mood Sepanjang Hari"Kami menemukan, dibandingkan dengan melewatkannya, sarapan sebelum olahraga dapat meningkatkan kecepatan mencerna, menyerap dan memetabolisme karbohidrat yang dimakan setelah olahraga," kata salah satu penulis studi, Dr. Javier Gonzalez seperti dilansir dari Healthline.
Hasil studi yang diterbitkan bulan lalu di American Journal of Physiology: Endocrinology and Metabolism ini juga menjelaskan bahwa karbohidrat yang dibakar selama berolahraga tidak hanya berasal dari sarapan yang dimakan, tetapi juga dari karbohidrat yang disimpan di otot sebagai glikogen atau cadangan glukosa.
Peningkatan penggunaan glikogen otot ini bisa jadi yang menyebabkan pembersihan gula darah lebih cepat setelah makan. siang karena telah sarapan sebelum olahraga. Gonzalez mencatat, penelitian sebelumnya menemukan istirahat dan makan sarapan dapat mengubah cara kita memetabolisme makan siang.
Ditambahkan Gonzales, sarapan tinggi lemak, protein, atau karbohidrat kemungkinan akan menghasilkan respons yang berbeda. Penelitian telah menunjukkan bahwa sarapan tinggi lemak merusak kontrol glukosa darah pada waktu makan siang, yang merupakan respons berlawanan dengan sarapan tinggi karbohidrat atau protein tinggi. Sebagian besar penelitian itu dilakukan saat orang beristirahat setelahnya, bukan saat berolahraga.
Baca juga : Hindari Sarapan Ini Jika Ingin Berumur PanjangBaik Gonzalez maupun peneliti luar ingin melakukan penelitian lebih lanjut, tentang efek puasa dan makan sehubungan dengan berolahraga, pada populasi lain seperti wanita atau penderita obesitas.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum kami dapat membuat kesimpulan pasti mengenai dampak makan sebelum olahraga terhadap hasil kesehatan dan kesejahteraan fisik kita," kata Rachel Stahl, RD, ahli diet terdaftar dari New York City.
(est)