LANGIT7.ID, Bogor - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pemimpin negara Asia dan Eropa untuk bekerja sama menghadapi pandemi Covid-19 yang belum usai. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13.
Menurut Jokowi, saat ini lebih dari 7,6 miliar dosis vaksin telah disuntikkan. Namun, kesenjangan akses terhadap vaksin masih lebar.
Baca juga: Capai Vaksinasi 95%, Jalur Perbatasan Malaysia-Singapura Dibuka"Sebanyak 64,99 persen populasi negara kaya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sementara di negara miskin baru 6,48 persen," kata Presiden Jokowi secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (26/11/2021).
Jokowi mengungkapkan bahwa target vaksinasi yang dicanangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga masih sulit dicapai. Diperkirakan hampir 80 negara tidak mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di akhir tahun 2021. Bahkan, pada saat yang sama, lebih dari 100 juta dosis vaksin di negara G7 tidak terpakai dan kedaluwarsa.
"Dalam pertemuan ini saya mengajak kita semua mengubah situasi ini. Target vaksinasi WHO harus dicapai semua negara. Untuk itu, dose-sharing harus digalakkan, produksi vaksin dinaikkan, dan kapasitas penyerapan negara penerima vaksin ditingkatkan," kata Jokowi.
Baca juga: WNI Bisa Masuk Singapura Tanpa Karantina Mulai 29 November 2021Selain itu, Jokowi juga mengajak para pemimpin ASEM untuk terus memperkuat tata kelola dan arsitektur kesehatan global. Hal tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Presidensi Indonesia di G20.
"Dalam kaitan ini, WHO harus diperkuat. Traktat pandemi harus didukung oleh semua negara dan mekanisme pendanaan kesehatan untuk negara berkembang perlu dibangun," jelasnya.
Baca juga: Kemenkes: Cakupan Vaksinasi Lengkap di Indonesia Melebihi Target WHO(asf)