LANGIT7.ID, Jakarta - Rusia dan Dunia Islam menjalin kerjasama dalam berbagai bidang, baik politik, ekonomi, budaya, dan pemberantasan terorisme.
Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin mengatakan Russia dan Dunia Islam memiliki hubungan historis sejak masa lampau, sangat potensial untuk mengembangkan kerjasama yang konstruktif dan inovatif. Sehingga kedua pihak perlu menyiapkan skenario Dunia Baru pascapandemi Covid-19
"Pemikir Dunia Islam dan Russia perlu bekerja sama untuk menyiapkan suatu konsep peradaban alternatif. Pandemi Covid-19 dan berbagai manifestasi ketiadaan damai di dunia merupakan konsekuensi dari Sistem Dunia yang bertumpu pada humanisme liberal-sekuler," ujar Din Syamsuddin saat menjadi pembicara sesi ketiga tentang Peluang Kerja Sama Russia-Dunia Islam tentang Pengembangan Model Baru Pembangunan, di pertemuan ke-15 Grup Visi Strategis Russia-Dunia Islam di Jeddah, Rabu (24/11/2021)
Baca juga:
Meski Berperang, Sejatinya Rasulullah Sebarkan Islam ke Penjuru Dunia dengan PerdamaianGuru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini menambahkan yang paling mendesak untuk dikembangkan suatu Sistem Dunia yang berorientasi pada nilai-nilai spiritual dan menekankan tanggung jawab kolektif membangun kehidupan/kemaslahatan bersama.
Din Syamsuddin mengatakan bahwa kerja sama Russia dan Dunia Islam perlu mengedepankan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai pilar perkembangan peradaban.
Secara khusus Din, yg pernah menjadi Utusan Khusus Presiden utk Dialog dan Kerja sama antar Agama dan Peradaban, memuji pendekatan kepemimpinan Presiden Federasi Russia Putin yang dinilainya simpatik terhadap Islam dan umat Islam.
Pendekatan positif demikian merupakan modal penting kerja sama Russia-Dunia Islam ke arah yang lebih konstruktif, dan akan menjadi faktor pendukung terwujudnya peradaban baru.
Baca juga:
Imam Besar Istiqlal Jelaskan Peran Turki Utsmani dalam Penyebaran Islam di NusantaraPertemuan yang difasilitasi oleh Kemlu Saudi Arabia itu dihadiri oleh sekitar 30 anggota Grup dari Russia dan sejumlah negara Islam, dan seratusan peninjau terdiri dari ulama, cendekiawan Muslim dari beberapa negara, termasuk Russia dan negara-negara Asia Tengah.
Pertemuan ini dibuka dengan dua pidato kunci: Pertama dari Khadimul Haramain Raja Salman bin Abdul 'Aziz yang dibacakan oleh Amir Khaled Al-Faisal, Gubernur Mekkah al-Mukarramah, dan kedua dari Presiden Putin yang dibacakan oleh Presiden Republik Tatarstan Rustam Minikhanov, yang juga Ketua Grup Visi Strategis Russia-Dunia Islam.
Sambutan-sambutan lain datang antara lain dari Sekjen Organisasi Ker sama Islam (OKI), Aliansi Antar Peradaban PBB, dan Sekjen Liga Islam Sedunia.
(sof)