LANGIT7.ID, Jakarta - Pertumbuhan jumlah masjid di Indonesia belum diiringi dengan bertambahnya jumlah imam masjid yang berkualitas atau ideal. Padahal, imam merupakan perangkat masjid yang tidak kalah penting dari keberadaan masjid itu sendiri.
“Memang tumbuhnya masjid belum didiukung sepenuhnya oleh imam yang memenuhi standar yang digariskan Rasulullah,” ujar Imam Masjid Istiqlal, TG H Ahmad Husni Ismail dalam Obrolan Seputar Islam Serambi Masjid, dilihat Rabu (1/12/2021).
Husni menjelaskan, kewajiban menyiapkan imam yang berkualitas sama dengan kewajiban membangun masjid. Karena masjid dan imam adalah satu paket, ibarat negara membangun pengadilan, maka kelengkapan pengadilan paling inti adalah perangkat hakim.
Baca Juga: Doa dan Amalan agar Wafat dengan Tenang dan Husnul Khatimah“Imam perlu ideal karena ia adalah sosok yang akan dijadikan teladan dalam bermasyarakat,” imbuhnya.
Husni menguraikan beberapa syarat menjadi imam masjid yang ideal. Syarat dasar dan paling utama menjadi imam masjid ideal adalah niat yang lurus untuk beribadah kepada Allah dan melayani masyarakat.
Baca Juga: Pesantren Az-Zikra Gunung Sindur, Tempat Almarhum Ameer Azzikra Menuntut IlmuKedua, imam masjid ideal senantiasa meniru pribadi Rasulullah. Seorang imam harus menjaga istighfar dalam hati dan lisannya agar terhindar dari serangan penyakit hati.
“Tokoh panutan adalah orang yang mulia yang standarnya diampuni oleh Allah, bukan orang yang tidak punya dosa,” katanya.
Kemudian, imam masjid ideal memahami dengan benar dan mendalam ilmu-ilmu Alquran, seperti tafsir, qiraah, hadits, dan sebagainya. Bacaannya fasih dan tartil sesuai ilmu tajwid.
Baca Juga: Keren, Mahasiswi Ciptakan Alat Peringatan Bencana Berbasis MasjidSelain mendalami ilmu Alquran, imam masjid ideal juga wajib memperkaya pemikirannya dengan berbagai khazanah ilmu, baik agama maupun umum. Seorang imam yang berangkat dari pengetahuan terbatas hanya menimbulkan pemahaman keagamaan yang sempit.
“Dia tidak akan terbuka melihat perbedaan yang ada. Tapi ketika literatur bacaannya kaya, dia akan bisa bersahabat dengan siapapun, berdialog dengan umat selevel apapun, dan menyapa umat yang paling pinggir sekalipun,” katanya.
Baca Juga: Seni Islam Hadir dalam 6 Bagian di Masjid Agung Sheikh Zayed(zhd)