LANGIT7.ID - Salah satu cara mencintai Nabi Muhammad SAW adalah dengan mencintai tempat kelahiran beliau, yakni Jazirah Arab. Rasulullah SAW melarang umatnya membenci bangsa Arab. Hal itu termaktub dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.
Dari Salman, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Salman janganlah engkau membenciku, dengan begitu maka engkau akan meninggalkan dien-mu”.
“Wahai Rasulullah, bagaimana aku membenci paduka sedangkan melalui paduka Allah memberi petunjuk kepada kami?” kata Salman.
Rasulullah menjawab, “Engkau membenci Arab, maka engkau membenciku.”
Baca Juga: Agar Anak Jadi Cerdas Seutuhnya, Ajarkan Al-Quran dan Bahasa Arab
Meski berada dari padang pasir yang tandus, namun bangsa Arab telah dipilih oleh Allah sebagai tempat awal mula dakwah Nabi Muhammad SAW dan Nabi-nabi sebelumnya. Oleh karena itu tanah Arab memiliki keutamaan seperti adanya tanah suci Mekkah, Madinah hingga Baitul Maqdis.
Syekh Said Ramadhan Al Buthi dalam Fiqh Sirah mengatakan, salah satu hal pokok untuk mencintai Nabi SAW adalah dengan mencintai kaum dan suku tempat beliau dilahirkan (Arab). Ini bukan karena faktor pribadi atau golongan, melainkan karena faktor hakikat. Hakikat Arab adalah suku Quraisy, suku yang terhormat karena telah diturunkannya seorang utusan di sana.
Baca Juga: Hikmah Al-Qur'an Diturunkan dalam Bahasa ArabMencintai bangsa Arab juga pernah ditekankan oleh ulama kharismatik Almarhum KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Dia meminta masyarakat Indonesia untuk tidak membenci bangsa Arab. Arab memiliki ragam kelebihan dibandingkan dengan bangsa lain.
"Kalau kamu benci orang Arab, dosa besar kamu, karena Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab, bahasa surga adalah bahasa Arab. Begitupun shalat menggunakan bahasa Arab. Namun, orang Arab juga harus tau, walaupun Alquran berbahasa Arab, yang mengembangkan sastra Al-Qur’an bukan bangsa Arab,” kata Mbah Moen ditayangkan oleh kanal youtube Rosit Chairul, dikutip Kamis (2/12/2021).
(jqf)