Langit7, Tangerang - Kopi telah menjadi subsektor kuliner yang sedang tumbuh dengan pesat dan menjadi gaya hidup baru masyarakat.
Beragam jenis kopi di tanah air menjadi salah satu produk Indonesia yang terus mengalami kemajuan dan perkembangan signifikan. Hal ini dikarenakan kepopuleran kopi nusantara yang terus meningkat setiap harinya, dan semakin diminati masyarakat.
Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 249.800 ton, dan tumbuh menjadi 314.400 pada 2018. Diharapkan, pada 2021 konsumsi kopi naik hingga 370.000 ton.
Baca juga: Komsumsi Makanan Haram karena Misslabeling Aplikasi, Ini Penjelasan LPPOMUIMeningkatnya jumlah konsumsi kopi nasional juga dibarengi dengan tingkat produksi kopi nusantara. Berdasarkan data BPS 2019, Indonesia berhasil memproduksi kopi sebanyak 742.000 ton.
Selain itu, Indonesia juga berhasil masuk sebagai salah satu produsen biji kopi terbesar ke-4 di dunia pada 2019 lalu. Dengan jumlah rata-rata kopi nusantara yang dihasilkan sebanyak 742 ribu ton.
Pertumbuhan ekspor kopi nusantara juga terus berlanjut pada periode Januari hingga April 2020 sebesar 1,34 persen, menjadi 158.780 ton, jika dibandingkan periode yang sama pada 2019.
Baca juga: Prospek Cerah Bisnis Properti Syariah, Masyarakat Perlu Pahami Hal IniMelihat geliat produksi kopi di tanah, tak heran jika kopi menjadi subsektor unggulan ekonomi kreatif dapat menjadi lokomotif kebangkitan industri kreatif Indonesia. Berbekal inovasi dari pelaku ekonomi kreatif serta pengembangan usaha yang mengikuti tren era digital, pelaku kuliner Indonesia siap bersaing di tengah ketatnya kompetisi.
![Jadi Tren dan Gaya Hidup, Bisnis Kopi Semakin Menggeliat]()
Seperti milenial pemilik Risau Kopi, Yugo Dwi Hartarto. Kedai kopi yang terletak di sekitaran ITC BSD Tangerang itu mulai melapak di sana ketika pandemi Covid-19 sedang berada di puncaknya, tepatnya pada 2020 lalu.
Ia mengaku, memulai usahanya dengan budget sederhana karena perekonomian yang terimbas akibat pandemi. Namun, seiring waktu, dari awalnya melapak dengan satu tenda, kini Risau kopi telah berkembang dengan lapak tiga tendanya.
"Kita ada arabika dan robusta nusantara. Best sellernya itu ada avokado special, brown sugar, dan coklat," kata dia dikutip dari kanal YouTube Apabe Media.
Baca juga: Makanan Terbaik Dunia, Muslimah Ini Sukses Bisnis Kuliner SotoSelain minuman, di kedai kopi mikiknya itu, Yugo juga menghadirkan menu camilan pendamping kopi, seperti
choco banana atau banana yang menjadi
best seller.
Sebagai pengusaha kopi yang memiliki kompetitor cukup banyak, Yugo selalu mengedepankan kualitas kopinya. Hal itu dilakukan demi menjaga kepuasan pelanggan dan eksistensi di tengah persaingan usaha kopi.
"Kita juga menjaga gramasi dengan kualitas premium dan yang terpenting adalah pelayanan kepada pelanggan," kata dia.
Baca juga: Manisnya Bisnis Madu, Terasa hingga Luar NegeriKe depan, lanjut Yugo, ia berencana untuk melakukan ekspansi usaha. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi yang memudahkan pengusaha untuk melakukan promosi secara online.
"Dalam berbisnis apa pun, jangan sekali-kali untuk menurunkan kualitas. Karena kalau kita minum kualitas jelek sudah pasti kita sendiri enggak mau apalagi
customer," tambahnya.
(zul)