Langit7, Kendal - Seluruh bagian dari pohon kelapa memiliki manfaaat dan nilai ekonomi, sehingga menjadikannya
zero waste.
Salah satu yang memiliki nilai tinggi di pasaran, yaitu limbah batok kelapa yang dimanfaatkan menjadi arang briket. Bahkan, saking tingginya peminat dari arang briket ini mampu membuatnya menjangkau hingga pasar global.
Baca juga: Jadi Tren dan Gaya Hidup, Bisnis Kopi Semakin MenggeliatBerdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, ekspor arang kelapa Indonesia mencapai 188.050 ton dengan nilai ekspor mencapai USD145,09 juta. Dengan negara tujuan paling banyak diekspor, yakni China, Brazil, Jerman, Lebanon, Malaysia, Belanda, Rusia, Arab Saudi, Sri Lanka, dan Vietnam.
![Bisnis Menjanjikan Arang Briket, Ekspor hingga Azerbaijan]()
Hal itu juga yang menjadikan arang briket memiliki prospek bisnis yang cerah. Kebutuhan dunia akan briket biasanya digunakan untuk kegiatan BBQ atau pun penghangat ruangan di negara yang memiliki musim dingin.
Melihat prospek nan cerah itu, membuat Istikanah mulai terjun langsung dalam usaha arang briket. Pemilik CV Indoarab Interprise itu memulai usahanya sejak 2006 silam.
Baca juga: Komsumsi Makanan Haram karena Misslabeling Aplikasi, Ini Penjelasan LPPOMUIBerkat banyaknya permintaan akan arang briket, membuat Istikanah selalu banjir orderan untuk mengekspor produknya.
"Alhamdulillah saya sudah sampai 10-12 kontainer per bulan," ujarnya dikutip dari kanal YouTube CapCapung.
Ia menyebutkan, selama ini produknya secara rutin diekspor ke negara tujuan Azerbaijan. Ke depan, dia berencana untuk mulai memperluas pasarnya hingga ke Arab Saudi.
"Notabenenya briket arang batok Indonesia itu nomor wahid di dunia, karena nyalanya lama. Selain itu, arang kita juga unik, karena abunya putih," jelasnya.
![Bisnis Menjanjikan Arang Briket, Ekspor hingga Azerbaijan]()
Menurutnya, permintaan arang briket memang didominasi oleh pasar luar negeri.
Baca juga: Prospek Cerah Bisnis Properti Syariah, Masyarakat Perlu Pahami Hal IniUntuk bisa memproduksi arang briket diperlukan persiapan teknologi. Sementara untuk pemasaran, lanjut dia, dibutuhkan pengetahuan terkait regulasi ekspor.
Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan ekspor kelapa. Sebab, pemanfaatan batok kelapa menjadi arang briket di tanah air bisa memberikan manfaat dan nilai ekonomi bagi para pelaku usahanya.
"Agar semua lapisan masyarakat itu bisa menikmati sumber alam yang kita miliki. Saya ingin menjadi suatu inspirasi bagi kawula muda, terutama membangun mental kuat dan bangga dengan bangsanya sendiri," tambahnya.
(zul)