LANGIT7.ID, Jakarta - Allah menciptakan gunung dengan beragam fungsi dan tujuan. Terutama, Allah menciptakan gunung untuk memperkokoh kedudukan bumi agar tidak guncang dan menjadi sumber kehidupan.
Keberadaan gunung pun membuat permukaan bumi lebih indah dan dinamis. Dengan adanya gunung-gunung, permukaan bumi menjadi tidak monoton, dan tidak membosakan.
Keberadaan gunung menjadikan sebagian bumi berupa dataran tinggi, sedang lainnya sebagai lembah dan dataran rendah. Kesemuanya membentuk keharmonisan hamparan bumi ciptaan Allah.
Baca Juga: Tafsir Al Baqarah Ayat 45: Sabar dan Shalat Saat Hadapi MusibahFirman Allah dalam Surat An Naml ayat 88:
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَفْعَلُوْنَ
Artinya: "Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Maha Teliti apa yang kamu kerjakan."
Baca Juga: Surat Al Mulk Ayat 15: Anjuran dan Tuntunan Rekreasi dalam IslamMengutip Tafsir Ilmi: Gunung dalam Perspektif Alquran dan Sains, Kementerian Agama, Surat An Naml ayat 88 menggambarkan fenomena ilmiah dan dasar-dasar teori tektonik lempeng, yakni pergerakan horizontal lempeng lempeng yang dapat saling menjauhi, saling mendekati bahkan bertabrakan.
Lewat ayat tersebut, Allah mengajak manusia berpikir tentang fenomena yang ada di alam semesta, dalam hal ini mengenai gunung. Allah menyatakan bahwa gunung yang terlihat diam di tempat tenyata memiliki pergerakan.
Baca Juga: Awas Bahaya Istidraj, Allah SWT Biarkan Kita Tertipu Kenikmatan Sejatinya Kemurkaan Surat An Naml ayat 88 mengisyaratkan bahwa gunung yang terlihat tetap itu ternyata bergerak. Kelak fakta ilmiah yang digali dari penjelajahan panjang, baik yang dilakukan di lautan maupun daratan di seantero dunia, mengungkapkan fenomena-fenomena baru yang mengejutkan.
Sejatinya gunung-gunung atau lempeng-lempeng itu bergerak milimeter demi milimeter. Beberapa penemuan, seperti penemuan Punggung Tengah Samudra, memicu penjelajahan-penjelajahan baru dan upaya mengumpulkan fakta-fakta baru yang kelak dirangkum dalam satu kesatuan yang dikenal sebagai global tektonik atau tektonik lempeng lambat.
Baca Juga: Begini Komentar Ustaz Jeje Soal Masuknya Bulan Jumadil AwalTeori-teori tersebut menjelaskan awal mula pegunungan, gunung api, gempa bumi, hingga ke mula-jadi mineral maupun cebakan-cebakan sumber energi. Seperti minyak dan gas bumi, yang diperlukan oleh manusia.
Lempeng-lempeng samudra yang bergerak meninggalkan Punggungan Tengah Samudra pada suatu tempat bertabrakan dengan lempeng benua, seperti Indonesia. Selain itu, dapat pula lempeng benua bertabrakan dengan lempeng benua, seperti tabrakan antara anak benua India dengan Eurasia yang menghasilkan Pegununguan Himalaya yang menjulang tinggi.
Baca Juga: Siapa Pemimpin Amanah?(zhd)