LANGIT7.ID, Makassar - Ada tiga Masjid di Kota Makassar yang nyaman digunakan untuk menunaikan ibadah Shalat Jumat, sekaligus mengobati kerinduan terhadap Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.
Tiga Masjid ini memiliki arsitektur yang menyerupai dengan Ka'bah di Mekah. Bahkan masjid ini memiliki pohon kurma di pelataran Masjid sehingga dapat menjadi penawar rindu terhadap Tanah Suci.
Masjid-masjid ini juga memiliki fasilitas yang dapat membuat jamaah betah dan menambah kekhusyukan menjalankan ibadah Shalat Jumat.
Meski demikian, masih ada ratusan Masjid di Makassar yang dapat digunakan untuk melaksanakan shalat Jumat. Namun karena memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Berikut 3 Masjid yang Direkomendasikan kepada Sahabat langit7.
1. Masjid Al Fatih Al Ansar Makassar
![3 Masjid Rekomendasi Shalat Jumat di Makassar, Pengobat Rindu ke Tanah Suci]()
Setahun lebih umat Islam tidak bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci, Mekkah, akibat pandemi virus corona (COVID-19). Sehingga mereka yang mampu untuk ke Baitullah harus menunda keinginannya tersebut.
Namun tahun ini pandemi yang mulai melandai, pemerintah sudah melakukan upaya memberangkatkan jamaah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah ke Tanah Suci. Meski begitu, umat Islam dapat mengobati kerinduan melihat replika Ka'bah di sebuah masjid di Makassar.
Masjid ini berdiri kokoh di Jalan Paccinang Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Masjid Al Fatih dibangun dengan konsep menyerupai ka'bah di Mekah. Bangunan bentuk Ka'bah itu didirikan tepat di depan masjid, sehingga setiap jamaah yang hendak beribadah terlebih dahulu disuguhkan dengan pemandangan Ka'bah.
Bangunan Ka'bah ini dilengkapi lafadz Allah yang mengelilingi dindingnya, dan tiruan hajar aswad juga menempel di sudut bangunan, menambah kemiripannya dengan Ka'bah di Mekkah.
Bangunan Ka'bah di Masjid yang dibangun pada 2015 silam itu menjadi spot foto bagi jamaah yang menyempatkan beribadah maupun pengendara yang melintas.
Tak kalah penting, Masjid ini memiliki pendingin ruangan yang dipasang di setiap sudut masjid sehingga membuat jamaah nyaman menjalankan ibadah Shalat Jumat.
2. Masjid Syura Makassar
![3 Masjid Rekomendasi Shalat Jumat di Makassar, Pengobat Rindu ke Tanah Suci]()
Kerinduan terhadap Baitullah dan beribadah di hadapan Ka'bah, dapat pula terobati ketika menjalankan ibadah di Masjid Syura Makassar.
Masjid yang berlokasi di bilangan Jalan Arief Rahman Hakim, Kecamatan Tallo ini memiliki miniatur menyerupai Ka'bah yang berada di ruang shalat, sehingga dapat menambah kekhusyukan ketika menjalankan Shalat Jumat.
Miniatur Ka'bah ini berada tepat di atas tempat Imam Shalat. Maka setiap jamaah yang memasuki Masjid Syura langsung disuguhkan pemandangan miniatur Ka'bah.
Hawa masjid dengan daya tampung 500 jamaah ini, sangat sejuk sehingga menambah kenyamanan jamaah untuk beribadah.
Masjid berukuran 21 x 25 meter persegi tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas. Mulai dari CCTV, perlengkapan alat shalat, kita Suci Qur'an hingga buku hadits. Tak tanggung-tanggung masjid ini dilengkapi 25 pendingin ruangan.
3. Masjid Arab Makassar
![3 Masjid Rekomendasi Shalat Jumat di Makassar, Pengobat Rindu ke Tanah Suci]()
Masjid As-Said atau lebih tenar di sebut Masjid Arab merupakan lambang keberagamaan di tengah perbedaan. Masjid ini berdiri megah di tengah pemukiman padat penduduk yang mayoritas dihuni keturunan Tionghoa.
Masjid Arab ini terletak di sebelah Utara Kota Makassar di Jalan Lombok, Kecamatan Wajo. Di pelataran Masjid ini tumbuh subur beberapa pohon kurma yang menambah ciri khasnya sebagai Masjid Arab.
Arsitektur masjid ini atapnya berbentuk piramida yang memiliki kemiripan dengan masjid tua Katangka di Kabupaten Gowa. Lalu bagian utama masjid ini berbentuk segi empat berukuran sekitar 400 meter persegi. Ciri khas ornamen masjid ini berwarna hijau.
Masjid ini dibangun ketika masa penjajahan Belanda. Awalnya masjid ini merupakan persinggahan bagi orang-orang perantau dari Arab yang melewati jalur perdagangan.
Masjid dengan daya tampung ratusan orang ini didirikan tahun 1907. Pendirinya adalah keturunan Arab sehingga nama masjid ini melekat dengan sebutan Masjid Arab.
Seiring berjalannya waktu, keturunan Tionghoa lebih dominan masuk ke daerah ini, sehingga di sekitar Masjid Arab tersebut dinamakan Kampung Cina.
(jqf)