LANGIT7.ID - Peran Orang Tua dalam pendidikan anak sangat penting. Orang tua memiliki dua tugas utama sebagai pendidik pertama anak, yakni memberikan kehangatan dan mengendalikan perilaku anak. Orang tua harus mengkombinasikan dua hal itu, karena pendidikan yang sebenarnya adalah kombinasi dari menyenangkan hati anak oleh orang tua dengan stimulasi atau perangsang untuk mengontrol.
Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah, Dr. Khoiruddin Bashori, mengatakan orang tua tidak boleh hanya memanjakan anak dengan menyenangkan mereka, tetapi juga harus memberikan kesempatan pada anak untuk berjuang tanpa melupakan kontrol.
Pendidikan keluarga merupakan pendidikan pertama yang didapatkan oleh anak sebelum masuk ke jenjang formal. Sifat dan perilaku seorang anak ditentukan oleh pembelajaran pertama mereka yang melibatkan keluarga. Maka keluarga memiliki peran sangat penting dalam pembentukan mental bagi seorang anak. Berikut hal-hal penting yang tak boleh dilewatkan orang tua saat mendidik anak di rumah.
1. Menghargai Anak Sebagai Pribadi yang MandiriOrang tua harus menghargai anak sebagai pribadi yang bisa mandiri dalam belajar. Tren belajar ke depan akan berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu guru lebih banyak mengambil porsi, ke depan anak menuntut porsi yang lebih banyak. Orang tua harus mengerti ini agar bisa menyesuaikan diri.
Anak akan bertindak dalam menentukan masa depannya sendiri. Kecenderungan pilihan itu tergantung pada anak. Jadi tugas orang tua adalah menjadi pemandu bagi anak. Memandu artinya memiliki wawasan luas untuk menjawab pertanyaan anak.
2. Menciptakan suasana Belajar di Rumah Orang tua harus menciptakan rumah sebagai tempat kondusif untuk belajar. Pada masa pandemi ini, berdasarkan survei, hanya ada 50 persen anak yang benar-benar belajar saat sekolah daring berlangsung. Total hanya sekitar tiga jam per hari dan porsi tersebut sangatlah rendah. “Rumah itu harus menjadi pusat belajar bersama. Jadi anak, orang tua, kakak, adek, pembantu, atau siapapun yang ada di rumah, semua harus bisa belajar hal positif,” ujar Khoiruddin.
3. Memberikan Apresiasi Jika BenarOrang Tua harus mengapresiasi anak jika ia melakukan hal-hal yang benar. Kecenderungan orang tua yang lebih banyak menyalahkan kekurangan anak daripada mengapresiasi kelebihan mereka jangan sampai terjadi. Hal Itu sering terjadi, baik di rumah maupun sekolah.
Biasanya anak hanya didiamkan ketika bertindak benar, tapi jika salah kemudian dihukum. Dengan kondisi orang tua yang lebih banyak memperhatikan kekurangan anak daripada kelebihan. anak akan kekurangan apresiasi. Akibatnya anak akan cenderung mengurangi tindakan positif yang mereka lakukan.
(jqf)