Langit7, Jakarta - Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan industri produk halal. Apalagi, kuliner khas Tanah Air dengan balutan kekayaan bumbu rempahnya menjadi nilai tambah bagi wisatawan.
Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menyebutkan, untuk mewujudkan pengembangan ekosistem industri produk halal yang kokoh dan berkelanjutan, dibutuhkan penguatan branding, literasi, SDM, riset dan inovasi, infrastruktur teknologi, serta regulasi.
"Seluruhnya harus disinergikan untuk menciptakan suatu rantai pasok halal, mulai dari bahan baku hingga produk halal sampai ke konsumen,” ujarnya di acara
Halal Dining Asean Forum 2021, Jakarta, Rabu (15/12).
Baca juga: Wapres: Santri harus Berperan Berdayakan Ekonomi UmmatUntuk itu, Ma'ruf meminta pemangku kepentingan terkait dan para ahli di bidangnya, dapat memperdalam informasi guna mengoptimalkan pengembangan industri makanan halal berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Dia meyakini, cita-cita Indonesia untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024 dapat terwujud.
“Kita yakin, InsyaAllah kita bisa menjadi produsen makanan halal terbesar. Apalagi didukung dengan kekayaan aneka bumbu rempah eksotis,” jelasnya.
Baca juga: Dana Sosial Saluran Pemerintah Akselerasi Pengembangan Ekonomi SyariahSelain itu, Ma"ruf meminta agar transaksi produk makanan halal juga menjamah ke dalam teknologi digital. Artinya, masyarakat dapat diberi kemudahan mulai dari akses pilihan makanan, pembayaran, dan pengantaran makanan.
Untuk itu, dia meminta akses digital serta pengembangan kompetensi bagi para pelaku usaha dapat didukung untuk membantu memperluas jaringan perdagangannya.
“Digitalisasi berhasil menyuguhkan aplikasi on-demand yang semakin memanjakan masyarakat. UMKM makanan halal masih membutuhkan dukungan akses dan penguatan kompetensi agar mampu bersaing secara luas, bahkan hingga ke pasar internasional,” tambahnya.
Baca juga: Maruf Amin: Kolaborasi Tingkatkan Jumlah Pengusaha(zul)