LANGIT7.ID - - Pernahkan Anda merasakan gejala seperti kram perut, nyeri, kembung hingga diare atau konstipasi setelah makan makanan tertentu? Bila pernah, mungkin Anda mengalami IBS atau sindrom iritasi usus besar.
Apa itu IBS? Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi pada usus besar umumnya dialami wanita di usia produktif, di bawah 50 tahun. Sedangkan untuk kaum laki-laki potensinya lebih kecil mengalami IBS.
Baca juga: 6 Manfaat Puasa Senin-Kamis bagi Kesehatan yang Jarang DiketahuiSindrom ini biasanya menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap orang. Namun yang paling umum ditemui adalah diare. Tanda lain yang juga berpotensi dialami saat IBS adalah mual muntah, BAB berlendri, sering sendawa atau kentut, mudah lelah, nyeri punggung, cepat kenyang, nafsu makan menurun dan adanya rasa panas di bagian dada atau asam lambung.
Sindrom iritasi usus besar bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dikutip dari Channel News Asia, berikut diantaranya:
1. Pikiran cemas“Setiap orang mengalami kontraksi di usus mereka,” kata Dr Emeran Mayer, seorang ahli gastroenterologi di University of California, Los Angeles, dan penulis The Mind-Gut Connection: Bagaimana Percakapan Tersembunyi Dalam Tubuh Kita Berdampak pada Suasana Hati Kita, Pilihan Kita dan Kesehatan Kita Secara Keseluruhan.
Kontraksi yang berlebihan akibat pikiran cemas tidak disadari oleh penderita IBS. "Tenangkan pikiran karena pikiran berjalan, dan usus mungkin mengikuti," kata Mayer.
2. Siklus menstruasiItulah mengapa sindrom ini lebih identik dengan perempuan, karena bisa datang bersamaan dengan siklus menstruas. Di mana perut terasa sakit dan melilit akibat adanya perubahan hormonal.
3. Berkurangnya hormon seksStudi menunjukkan bahwa hormon seks wanita memodulasi koneksi otak-usus. Jadi ketika hormon ini berkurang, wanita mungkin mengalami gejala IBS yang lebih parah. Sebaliknya, wanita yang sering berhubungan intim dengan suaminya semakin kecil potensi gejala IBS muncul.
4. Obat-obatanMenggunakan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik atau antidepresan.
Cara mengobati IBSJika dicek secara ilmu medis, maka yang akan terdeteksi adalah ada masalah pada pencernaan, karena berkaitan dengan usus besar. Sehingga dokter akan memberikan obat untuk meredakan pencernaan dan penghilang nyeri.
Tetapi doktor Mayer menyarankan untuk coba lebih rileks dalam berpikir dan mengatur pola makan agar lebih teratur.
Praktiknya bisa dengan mengunduh aplikasi meditasi baru di smartphone atau mencoba terapi lain dengan refreshing ke alam atau menghadiri kelas yoga. Buat juga pola makan berikut waktunya, penuhi makan saat jamnya, dan hindari makan tambahan dari jajan sembarangan.
Baca juga: 6 Risiko Penyakit Diabetes Pengaruhi Kesehatan WanitaCara selanjutnya untuk mengatasi IBS adalah jangan remehkan rasa takut pada makanan.
“Ini adalah hal yang sangat umum pada pasien IBS,” kata Mayer. Dia menambahkan bahwa sistem pasien IBS “Memandang makanan sebagai hal yang berpotensi berbahaya.”
Artinya jika penderita IBS sudah menganggap suatu makanan berpotensi bahaya untuk masalah perutnya, lebih baik hindari, kecuali ia sudah bisa meyakinkan dirinya bahwa makanan ini aman.
(est)