LANGIT7.ID, Jakarta - Momen Idul Adha umumnya kita di Indonesia menikmati aneka makanan bersama keluarga. Santapan khas seperti sate, opor ayam, menjadi menu favorit di hari raya.
Namun tahu kah kalian di negara-negara lain memiliki makanan khas yang tidak terdengar aneh. Apalagi Bosnia yang menjadikan puding konsumsi saat lebaran.
Berikut jenis-jenis menu makanan di berbagai negara saat Idul Adha:
Biryani![Menu Idul Adha dari Manca Negara, Warga Bosnia Santap Puding]()
Biryani adalah sajian nasi yang populer dari Timur Tengah dan Asia Selatan. Hidangan ini "Biryani" berasal dari Bahasa Persia, beryā(n) yang berarti goreng atau panggang. Pada zaman dulu, beras digoreng di dalam minyak samin sebelum direbus di dalam air bersama rempah-rempah hingga setengah matang.
Biryani mengandung sayuran, daging domba. Nasi ini terkenal kaya akan rempah pedas dan akan menciptakan rasa hangat di mulut.
Beshbarmak ![Menu Idul Adha dari Manca Negara, Warga Bosnia Santap Puding]()
Hidangan ini sangat populer di Kazakhstan, biasanya Beshbarmak menggunakan daging kuda. Namun, untuk Idul Adha, masyarakat Kazakhstan menggantinya dengan daging domba yang direbus.
Hidangan ini juga disebut sebagai "lima jari" yang dimakan langsung dengan tangan, tanpa sendok dan garpu di meja. Biasanya hidangan ini dimakan bersama lembaran pasta rebus dan kaldu daging bernama sorpa. Hidangan ini juga terkenal di Rusia.
Tagine![Menu Idul Adha dari Manca Negara, Warga Bosnia Santap Puding]()
Tagine adalah makanan khas di Afrika Utara. Nama itu diambil dari julukan pot tanah liat wadah makanan dimasak.
Keistimewaannya panci tembikar mengunci semua bahan termasuk bumbu dan saus sehingga seluruh kelembaban dan aroma berputar di dalam memperkuat cita rasa masakan. Bisa juga disebut cara memasak perlahan ala tradisional tanpa menggunakan
slow-cooker elektronik.
Banyak masyarakat Islam di Afrika Utara seperti Maroko, Algeria dan Tunisia yang menyajikan makanan khas ini saat lebaran kurban.
Biasanya, makanan ini dibuat dari bahan utama daging sapi atau kambing. Namun bisa juga diganti bahan lain seperti ayam, bebek, kalkun, atau ikan.
Tufahija![Menu Idul Adha dari Manca Negara, Warga Bosnia Santap Puding]()
Di Bosnia, makanan saat Idul Adha bukan daging, melainkan puding. Berbahan dasar dari apel yang sudah direbus ke dalam gula ini bisa diisi dengan kacang, walnut atau almond. Bentuknya pun dibuat menarik, di atasnya bisa ditambahkan whipped cream dan buah strawberry segar.
Boulfaf![Menu Idul Adha dari Manca Negara, Warga Bosnia Santap Puding]()
Hidangan ini mirip sate, hanya saja bahannya dari hati kambing yang di makan. Makanan ini menjadi menu Idul Adha yang banyak diminati masyarakat Tunisia.
Sebelum dipanggang hati kambing dibaluri dengan bumbu rempah biasanya terdiri dari jintan, paprika, garam dan lada. Ada yang hanya berupa hati saja tanpa tambahan lain, namun ada pula yang membalut sate dengan lembaran lemak kambing sebelum dibakar.
Mahshoosha ![Menu Idul Adha dari Manca Negara, Warga Bosnia Santap Puding]()
Hidangan ini biasanya dimakan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Biasanya di Yaman, para wanita mempersiapkannya pada malam sebelum hari raya untuk disajikan pada pagi hari seusai melaksanakan Shalat Id.
Mereka memasak perlahan rebusan daging yang sudah dibumbui, dan kemudian memanggang potongan daging sehingga menjadi kecokelatan dan dipanggang.
Haleem![Menu Idul Adha dari Manca Negara, Warga Bosnia Santap Puding]()
Haleem adalah jenis rebusan (secara perlahan seperti semur daging di Indonesia) yang populer di Timur Tengah, Asia Tengah. Meskipun hidangannya bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya, hidangan tersebut umumnya mencakup gandum dan daging yang ditumbuk atau digiling sampai halus lalu dimasak berserta bumbu.. Biasanya hidangan ini sering dijumpai di daerah Asia.
(bal)