LANGIT7.ID, Bandara Aceh - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil, bersilaturahmi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Dalam acara itu, dia ingin mempelajari penerapan aturan tentang dayah atau pesantren.
“Maksud saya ke sini sebenarnya kami mau belajar, karena sedang mempersiapkan peraturan untuk pesantren,” kata Kang Emil saat bertemu MPU Aceh Besar pada Ahad (26/12/2021), dikutip Antara.
Kedatangan Kang Emil turut didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rahmat Syafei beserta rombongan lainnya. Mereka disambut Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Muhibbuththabary.
Kang Emil mengaku ingin mengetahui program-program yang mensinkronkan kebijakan gubernur, bupati, dan walikota terhadap kemajuan, keberlangsungan serta kemaslahatan pesantren.
Baca Juga: Kemenag Terus Dorong Kemandirian Pesantren, Susun Roadmap Hingga 2024
“Itu kenapa saya sampaikan kepada Ketua Jawa Barat mumpung saya diundang peringatan tsunami, kita ikut ke Banda Aceh untuk mempelajari ini (aturan pesantren),” katanya.
Dia berharap niat baik itu bisa diterima dengan baik oleh MPU Aceh. Terlebih, kata dia, silaturahmi tersebut merupakan upaya melaksanakan habluminannas, saling memuliakan, dan melengkapi.
Kang Emil menilai pembelajaran itu penting, karena penduduk Jawa Barat mencapai 50 juta jiwa. Masyarakat tidak hanya mengejar dunia saja, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk akhirat nanti.
“Kita tidak hanya juara pada PON Papua saja, tetapi kami juga harus juara dalam dakwah dan spiritualitasnya,” ucap Kang Emil.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Jawa Barat menyumbang Rp100 juta untuk kegiatan dakwah MPU Aceh.
(jqf)