LANGIT7.ID, Jakarta - Semenjak memutuskan keluar dari band Noah pada Agustus 2019 silam, kini Mohammad Kautsar atau Uki sibuk menuntut ilmu. Selain belajar ilmu agama, Uki juga ternyata tengah mendalami bahasa Arab.
Uki menilai bahasa Arab salah satu bahasa yang mesti dipelajari setiap muslim. Itu tak terlepas dari Kitab Suci Al-Qur'an yang berbahasa Arab, dan mayoritas kitab-kitab ulama terdahulu juga menggunakan bahasa tersebut.
"
Al-Lughah Arabiyah, lanjut terus ya?" tanya Ustadz Imam Syuhada kepada Uki. "Lanjut terus ustadz,
liannana muslim (karena kita muslim)," jawab Uki, dikutip kanal youtube Imam Syuhada Official, Kamis (30/12/2021).
Baca Juga: Uki Eks Noah Hijrah untuk Makin Bermanfaat bagi Sesama
Bagi Uki, menuntut ilmu merupakan hal yang wajib bagi setiap muslim. Menuntut ilmu merupakan salah satu cara untuk menenangkan diri, jauh dari segala fitnah, dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.
"Sebagai penuntut ilmu, kita sibukkan diri menuntut ilmu, hindari segala macam gesekan di antara
tholabul ilmi (penuntut ilmu), karena memang bukan tempatnya antara sesama
tholabul ilmi untuk saling berdebat, bergesekan. Sibukkan kita dengan menuntut ilmu. Insya Allah, itu lebih bermanfaat buat kita," kata Uki.
Selama berada di lingkaran para penuntut ilmu, Uki mengaku mendapat banyak ujian. Hal tersebut ia ungkapkan saat mendapat kunjungan dari Ustadz Subhan Bawazier, seperti terlihat dalam tayangan youtube DD Online.
Dalam video itu, Ustadz Subhan mengunjungi Uki di Bandung. Keduanya banyak berbicara mengenai proses hijrah. Dalam percakapan itu, Uki mendapatkan banyak ujian setelah memutuskan meninggalkan dunia musik.
"Ngalami banget itu selama 2 tahun," kata Uki. Meski begitu, dia merasa tenang dengan sebuah ayat dalam Al-Qur'an, yani Surah Al-Ankabut ayat ke-2. Allah Ta'ala berfirman:
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan, 'Kami telah beriman,' dan mereka tidak diuji?"
Menurut Uki, ayat itu menenangkan jiwa orang-orang beriman. Itu artinya, Allah tengah memberikan ujian untuk meningkatkan kualitas keimanan hamba-Nya. Berbeda dengan orang yang tak mengerti konsep ujian dalam Islam.
Baca Juga: Mantap Hijrah, Uki Eks Noah Fokus Jadi Pengusaha
Orang yang tak memahami konsep itu akan mengira setiap ujian adalah musibah. Sehingga membuat hati gusar. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini, manusia diberi ujian kesehatan hingga ekonomi.
Motivasi semacam itu yang membuat Uki kian giat mendalami ilmu agama. Dia memulai dengan belajar bahasa Arab sebagai pintu untuk mengetahui ilmu-ilmu yang diwariskan para ulama terdahulu.
"Ini juga nasehat dari Ustadz. Pertama kali, 'kamu jangan keluar Uki kamu belajar bahasa Arab. Kamu duduk di halaqah sampai kau bisa paham pokoknya, ustadz yang bisa berbahasa Arab'. Pokoknya jangan banyak keluar dulu dan yang pasti perbanyak ilmunya, jadi habiskan waktu itu kerja belajar, kerja belajar agama," ucap Uki.
Melalui nasihat itu, Uki merasakan kenikmatan dalam belajar. Dari situ pula, ia merasakan nikmatnya beribadah. Dua kenikmatan itu saling berkaitan. Tidak bisa dijelaskan dalam kata, namun menurut Uki, orang yang sudah merasakan kenikmatan itu tidak akan merasa susah saat proses belajar.
"Banyak yang harus dipelajari, tapi setelah merasakan nikmatnya, Insya Allah bisa merasakan nikmatnya ibadah, nikmatnya agama. Memang susah jelasin ke teman kalau agama itu nikmat, shalat itu nikmat. Ana juga dulu 'apa enaknya?" ucap Uki.
(jqf)