LANGIT7, Jenewa - Bukti lebih banyak menunjukkan virus corona varian
Omicron memengaruhi saluran pernapasan bagian atas. Itu artinya, menyebabkan gejala yang lebih ringan dibanding varian sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan langsung pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (4/1/2022). Menurutnya, fakta di atas bisa menjadi kabar baik.
Baca Juga: Tahun Depan, Jerman Sumbangkan 75 Juta Vaksin Covid-19 ke Negara Lain"Kami menemukan lebih banyak studi yang memperlihatkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas tubuh. Berbeda dari yang lain, yang dapat menyebabkan pneumonia parah," kata Manajer Insiden
WHO Abdi Mahamud di hadapan wartawan yang berbasis di Jenewa.
Namun, dia menambahkan penularan Omicron yang tinggi menandakan varian tersebut bisa menjadi dominan dalam beberapa pekan di banyak tempat. Hal itu dapat menjadi ancaman bagi negara-negara yang mayoritas penduduknya tetap tidak bersedia divaksin.
Pernyataannya tentang penurunan risiko penyakit parah mendukung data lain yang mencakup sebuah studi di
Afrika Selatan, yang merupakan salah satu negara pertama yang melaporkan kemunculan Omicron.
Baca Juga: Akhir Desember, AS Cabut Pembatasan Perjalanan ke Negara AfrikaAkan tetapi, Mahamud juga memberikan satu peringatan, seraya menyebut Afrika Selatan situasi yang berbeda. Pasalya, mempunyai populasi muda di antara faktor lainnya.
Disinggung soal apakah perlu vaksin khusus Omicron, Mahamud mengatakan terlalu dini untuk mengatakannya, tetapi menekankan bahwa keputusan tersebut membutuhkan koordinasi global dan jangan dilimpahkan ke sektor komersial untuk memutuskannya sendiri.
Baca Juga:
WHO: Vaksin Penting Lawan Varian yang Dominan Beredar
Kasus Omicron Bertambah, Pemerintah Lakukan Antisipasi Penyebaran(asf)