LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid dinilai sebagai tempat strategis untuk pembangunan dan pemberdayaan ummat, salah satunya dalam sektor ekonomi. Namun fungsi ini belum dioptimalkan dengan baik.
Hal ini disampaikan Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin. Dia menilai masjid juga sangat potensial menjadi basis pemberdayaan ekonomi ummat. Selama ini fungsi tersebut belum dimanfaatkan dengan baik.
"Karena itu, penting sekali untuk mengembalikan salah satu fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi ummat," kata Ma'ruf di Jakarta seperti dilansir laman resmi Kominfo, belum lama ini.
Menurut dia, masih ada sebagian ummat yang menilai masjid tidak tepat untuk dijadikan pusat aktivitas ekonomi. Untuk itu, diperlukan model bisnis yang dapat mendorong jamaah untuk terlibat langsung.
"Di antaranya bisa dengan menjadikan para jamaah masjid sebagai mata rantai ekonomi yang terintegrasi sebagai konsumen, produsen dan pemilik dalam kegiatan ekonomi yang dibangun melalui masjid," ujarnya.
Dia pun memberi contoh kegiatan usaha yang dapat dijalankan untuk pemberdayaan ekonomi ummat. Seperti mendirikan embaga keuangan ultra mikro syariah yang memberikan akses modal bagi pedagang kecil.
"Jadi kehadiran masjid dapat menjadi media untuk memberdayakan ekonomi ummat yang menjadi jamaah, sehingga keberadaannya betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat sekitar masjid," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wapres juga mengingatkan tentang pentingnya pembangunan pola pikir yang wasathy (moderat) dalam pembangunan peradaban Islam.
"Ciri-ciri cara berpikir wasathy antara lain, senantiasa menjaga dan mengamalkan manhaj (jalan) yang telah dirumuskan para ulama terdahulu yang masih relevan dan mengakomodasi manhaj baru," ujar dia.
Pola pikir ini harus terus diamalkan secara istiqamah (konsisten) serta menjadikan masjid sebagai tempat penyebaran paham moderat ini.
(bal)