Pendidikan akidah atau tauhid penting ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Cisauk, Dr Tohirin, mengatakan dalam Islam tidak ada reingkarnasi, yakni ruh manusia saat meninggal berpindah ke binatang ataupun boneka. Hal itu ia sampaikan menanggapi fenomena spirit doll yang tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dia mengatakan ada kekeliruan dengan meyakini bahwa spirit doll memiliki arwah seorang bayi yang yang meninggal akibat aborsi dan sebagainya sehingga arwahnya tidak tenang dan akhirnya masuk ke dalam sebuah boneka. Kemudian ada seseorang yang mengasuh boneka yang berisi ruh tersebut sampai arwahnya mapan dan bisa melepaskan diri.
"Saya melihat manusia sudah mulai bergeser dalam memahami sesuatu, mana yang masuk akal dan mana yang tidak. Karena ketika seseorang mengasuh boneka arwah, itu berarti orang tersebut meyakini bahwa boneka itu memilki kekuatan," ujar Tohirin saat di wawancara Langit7, Ahad (9/1/2022).
"Bahkan yang mengadopsi mengatakan ada semacam hubungan batin antara dia dan boneka tersebut," imbuhnya.
Menurut Tohirin, hal itu merupakan sesuatu di luar nalar. Karena orang tersebut tidak memiliki hubungan darah dan kaitan apa-apa dengan boneka. Lain halnya dengan mengasuh bayi sungguhan yang memiliki hubungan darah dengan pengasuhnya.
"Ini menurut saya pemikiran yang 'ngawur'," ujarnya.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”