Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home masjid detail berita

Makna dan Adab Mengucap Assalamualaikum bagi Umat Islam

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 13 Januari 2022 - 12:00 WIB
Makna dan Adab Mengucap Assalamualaikum bagi Umat Islam
Dua pekerja muslim yang saling mengucap salam saat bertemu. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Salam merupakan ucapan kepada seseorang yang dilakukan secara sengaja yang bertujuan untuk memulai obrolan. Assalamualaikum adalah salam umum di kalangan umat Islam, yang berarti "Semoga kedamaian besertamu".

Salam ini adalah ungkapan dari bahasa Arab, tetapi umat Islam di seluruh dunia menggunakannya terlepas dari latar belakang bahasa mereka. Tanggapan yang tepat untuk salam ini adalah Waalaikum assalaam, yang berarti "Dan semoga keselamatan terlimpah juga kepada kalian".

Baca juga: Doa Masuk Keluar Masjid Mengacu Hadist Shahih dari Rasulullah

Dilansir dari Learn Religions, Kamis (13/1/22), Assalamualaikum berakar dari Al-Qur'an. As-Salaam merupakan salah satu nama Allah SWT berarti "Sumber Perdamaian".

Dalam surah Al-An’am ayat 54, menjelaskan ucapkanlah salam ketika bertemu dengan orang beriman.

”Apabila orang-orang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah; Salaamun Alaikum (mudah-mudahan Allah melimpahkan keselamatan kepada kamu) Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang”.

Lalu, dalam surah An-Nisa ayat 86, mengatakan jika ada yang mengucapkan salam, maka wajib menjawabnya.

"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu”.

Salam memiliki dua jenis, pertama Assalamu'alaikum wa rahmatullah berarti "Semoga keselamatan dan rahmat Allah menyertai Anda." Kedua, Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh yakni "Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda."

Ucapan salam sendiri sudah menjadi tradisi bagi umat Islam dimana Rasulullah kerap menyapa orang dengan mengucapkan Assalamualaikum dan menganjurkan pengikutnya untuk melakukan hal yang sama.

Syeikh Ahmad Al-Mishry mengutip hadits Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memberitahukan kepada pengikutnya, ada lima tanggung jawab yang dimiliki setiap Muslim terhadap saudara dan saudarinya dalam Islam.

Diantaranya saling menyapa dengan salam, kedua saling mengunjungi ketika seseorang sakit, ketiga menghadiri pemakaman, keempat menerima undangan dan kelima meminta Allah untuk merahmati mereka ketika bersin.

Sudah menjadi hal yang lazim bagi umat Islam saat dalam pertemuan dengan menyapa yang lain. Bahkan, orang yang sedang berjalan pun dianjurkan untuk menyapa orang yang sedang duduk. Dan orang yang berusia muda harus menyapa orang yang lebih tua.

Ketika dua Muslim berdebat dan memutuskan hubungan, orang yang menjalin kembali kontak dengan salam menerima berkah terbesar dari Allah.

Baca juga: Cara Menasihati Anak dengan Panduan Al Quran dan Hadist

Nabi Muhammad pernah bersabda: “Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman sampai kamu saling mencintai. Maukah saya memberitahu Anda tentang sesuatu yang, jika Anda melakukannya, akan membuat Anda saling mencintai? Saling menyapa dengan salam."

Sebagai umatnya, sudah seharusnya kita meneladani Rasulullah dan para sahabatnya, dengan menebar salam antara satu sama lain. Wallahu a'lam bishawab

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)