Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah resmi diluncurkan di Bogor sebagai terobosan pendidikan berbasis sains dan ekologi. Hadir dengan dukungan wakaf lahan dan program penguatan ustaz, Muhammadiyah siap menghadapi tantangan masa depan lewat model pesantren berkemajuan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, meresmikan Tower dr. Hardjo Djojodarmo, Tower Siti Bariyah, dan Jembatan Jisr Asy-Syifa di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar fisik, melainkan wujud komitmen Muhammadiyah dalam memberdayakan umat dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.
Anwar Abbas menegaskan posisi Muhammadiyah: mendukung jika pemerintah benar, menjewer jika salah. Tradisi lama yang menjaga organisasi ini tetap di tengahantara agama dan negara.
Peluncuran buku Pendidikan Bermutu Untuk Semua karya Abdul Muti mendapat apresiasi dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Ia menyebut buku ini bukan sekadar karya, melainkan inspirasi bagi dunia pendidikan dan refleksi nilai-nilai Muhammadiyah dalam membangun karakter bangsa.
Program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM) bukan sekadar memberi makan, tapi gerakan moral menyehatkan generasi. Sinergi iman, ilmu, dan aksi sosial demi mencerdaskan anak bangsa.
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menandatangani kerja sama strategis dengan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), menggandeng 164 kampus di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini fokus pada transformasi digital, pengembangan SDM unggul, dan ekosistem keuangan syariah untuk pendidikan Islam.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mendorong agar Mentarimu Mart di Universitas Muhammadiyah Malang menjadi pusat penggerak ekonomi umat dan pemberdayaan UMKM, bukan sekadar ritel kampus. Inisiatif ini menegaskan dakwah berkemajuan Muhammadiyah di bidang ekonomi.
Muhammadiyah menolak jadi organisasi fikih semata. Dengan semangat tajdid, gerakan ini menafsir Islam sebagai kekuatan budaya dan ilmu yang menumbuhkan peradaban.
Perayaan Maulid Nabi terus jadi perbincangan. NU melihatnya sebagai barokah tradisi, sementara Muhammadiyah menekankan purifikasi, menggeser ritual ke ruang edukasi.
Dari langgar kecil di Yogyakarta hingga pesantren megah di Jombang, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menorehkan sejarah panjang dalam mencerdaskan bangsa.