Kelompok kelainan seksual atau LGBT pernah ada di zaman Rasulullah. Kisah ini diceritakan Ustadz Khalid Basalamah dan bagaimana respons Nabi SAW saat itu.
Ustadz Adi Hidayat memberikan saran kepada umat Islam yang memiliki teman seorang LGBT. Mereka yang punya penyimpangan seksual mestinya didakwahi lebih dulu.
Kiai Cholil menjelaskan, sekalipun orientasi seks sesama jenis tumbuh sejak kecil, tapi penyimpangan seks bukanlah kodrat manusia. Normalnya, laki-laki berpasangan dengan perempuan dan sebaliknya.
Dalam Surat Al-A'raf ayat 80, Allah Swt menyampaikan bagaimana Dia mengutus Nabi Luth kepada kaum yanng memiliki penyakit seksual menyimpang. Para penduduknya yang laki-laki memiliki hasrat kepada sesamanya atau homoseks.
Tiga kasus pertama di Indonesia dilaporkan pada tanggal 27 April, beberapa hari setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan adanya kejadian luar biasa atau outbreak penyakit ini di Eropa.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau dikenal dengan Buya Yahya mengatakan LGBT adalah penyakit yang amat mengerikan.
Di luar kasus hepatitis misterius, Prof Dwi menjelaskan hepatitis adalah penyakit yang berpotensi menular. Penularan penyakit ini melalui mulut dan pola hidup tidak sehat.
Unit Kerja Koordinasi Infeksi Tropik IDAI, dr Nina Dwi Putri, SpA(K) memberikan tips pencegahan infeksi agar anak-anak tetap bisa bermain dan beraktivitas yang aman.
Ada doa yang diajarkan Rasulullah agar terhindar dari penyakit menular. Amalan ini menjadi ikhtiar bagi seorang muslim dalam menjaga kesehatan di masa sekarang.
Dokter menyarankan kepada para orang tua agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah segera melakukan langkah antisipasi cepat dengan telah ditemukannya kasus hepatitis akut misterius ini di Indonesia.
Penyakit hepatitis akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus hepatitis misterius yang menyerang anak di sejumlah negara melonjak hingga 228 kasus. Seperti diketahui, penyakit ini masih belum diketahui penyebabnya.