Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Belum Dapat Disembuhkan, Begini Cara Pencegahan Thalasemia

fajar adhitya Kamis, 12 Mei 2022 - 20:00 WIB
Belum Dapat Disembuhkan, Begini Cara Pencegahan Thalasemia
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Thalasemia merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Thalasemia adalah penyakit keturunan (kelainan genetik) akibat kelainan sel darah merah.

Thalasemia dapat menyebabkan penderita harus melakukan transfusi darah sepanjang usianya. Namun demikian, penyakit thalesamia dapat dicegah melalui deteksi dini.

Dilansir laman Kementerian Kesehatan, Thalasemia dapat diturunkan dari perkawinan antara dua orang pembawa sifat. Seorang pembawa sifat Thalasemia secara kasat mata tampak sehat.

Baca Juga: Penyakit PMK pada Ternak, Jateng Bentuk Tim Unit Reaksi Cepat

Ciri hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan analisis hemoglobin (hb). Deteksi Thalasemia dilakukan melalui pemeriksaan riwayat penyakit keluarga yang anemia atau pasien Thalasemia, pucat, lemas, riwayat transfusi darah berulang, serta pemeriksaan darah hematologi dan analisa hb.

Berdasarkan data dari Yayasan Thalasemia Indonesia, terjadi peningkatan kasus Thalasemia yang terus menerus. Sejak tahun 2012 sebanyak 4.896 kasus hingga bulan Juni Tahun 2021 data penyandang Thalasemia di Indonesia sebanyak 10.973 kasus.

Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes, dr Elvieda Sariwati mengatakan, deteksi dini bertujuan untuk mengidentifikasi pembawa sifat Thalasemia agar tidak terjadi perkawinan sesama pembawa sifat.

Secara klinis ada tiga jenis Thalasemia, yakni Thalasemia mayor, Thalasemia intermedia, dan Thalasemia minor/trait/pembawa sifat.

Baca Juga: Wapadai 4 Penyakit Berbahaya Akibat Hubungan LGBT

Pasien Thalasemia mayor memerlukan transfusi darah secara rutin seumur hidup (2-4 minggu sekali). Berdasarkan hasil penelitian Eijkman tahun 2012, diperkirakan angka kelahiran bayi dengan Thalasemia mayor sekitar 20 persen atau 2.500 anak dari jumlah penduduk ± 240 juta.

Pasien Thalasemia intermedia membutuhkan transfusi darah, tetapi tidak rutin. Sementara pasien Thalasemia minor/trait/pembawa sifat secara klinis sehat, hidup seperti orang normal secara fisik dan mental, tidak bergejala dan tidak memerlukan transfusi darah.

“Sampai saat ini Thalasemia belum bisa disembuhkan namun dapat dicegah kelahiran bayi Thalasemia Mayor dengan cara menghindari pernikahan antar sesama pembawa sifat, atau mencegah kehamilan pada pasangan pembawa sifat Thalasemia yang dapat diketahui melalui upaya deteksi dini terhadap populasi tertentu,” kata Elvieda.

Dari sisi pembiayaan, menurut data BPJS Kesehatan 2020 beban pembiayaan kesehatan sejak tahun 2014 sampai tahun 2020 terus meningkat. Thalasemia menempati posisi ke-5 di antara penyakit tidak menular setelah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, dan stroke yaitu 2,78 triliun tahun 2020.

Baca Juga: Tips Tetap Bugar saat Musim Pancaroba

Kementerian Kesehatan memberikan imbauan kepada pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk dapat berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian Thalasemia dengan berbagai cara, di antaranya:

Pertama, meningkatkan upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya kelahiran bayi dengan Thalasemia Mayor, dengan meningkatkan informasi dan edukasi kepada masyarakat dan melaksanakan skrining/ deteksi dini Thalasemia untuk keluarga penyandang Thalasemia.

Kedua, melaksanakan deteksi dini pada calon pengantin yang belum memiliki kartu deteksi dini.

Ketiga, melaksanakan penjaringan kesehtan pada anak sekolah dengan integrasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Keempat, mendorong kementerian terkait (Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan lintas sektor terkait lainnya untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan sehingga semua kebijakan yang ada berpihak pada kesehatan.

Baca Juga: Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dari Wabah PMK

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)