Wirausaha Syariah
05 Oktober 2026 - 07:02 WIB
Artikel ini membahas minimnya reaksi pasar terhadap dinamika politik dan reshuffle kabinet, yang dinilai tidak mengubah stabilitas koalisi maupun arah kebijakan ekonomi secara signifikan. Namun, ketenangan pasar finansial tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi riil.Penulis menyoroti lesunya UMKM, lemahnya daya beli masyarakat, terbatasnya lapangan kerja berupah tinggi, serta rendahnya keragaman industri. Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di atas 5 persen dan program MBG berpotensi meningkatkan permintaan, pertumbuhan tersebut dinilai masih lebih banyak berputar di sektor ekonomi besar dan belum menjadi pertumbuhan yang luas di masyarakat.Inti artikel: pasar finansial relatif stabil, tetapi ekonomi rakyat masih menghadapi persoalan struktural berupa daya beli yang lemah, lapangan kerja berkualitas yang terbatas, dan konsentrasi aktivitas ekonomi pada sektor-sektor tertentu.