Datuk Seri Ulama Setia Negara Prof. Ustadz Abdu Somad (UAS) menjelaskan, Syaban merupakan salah satu bulan yang disediakan oleh Allah bagi umat Islam untuk memanen pahala.
Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Rasulullah SAW menyebutkan, Ramadhan menjadi moment penting bagi setiap umat Islam untuk mencapai derajat tertinggi di sisi Allah.
Berdasarkan pemantauan hilal yang dilakukan Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh untuk awal sya'ban yang lalu, maka dipastikan Nisfu Sya'ban 1444 H jatuh pada Rabu, 8 Maret 2023.
Rasulullah SAW sangat antusias melakukan amalan-amalan shalih pada Syaban. Hal itu diikuti para sahabat. Mulai dari memperbanyak ibadah puasa sebagai bentuk persiapan menyambut
Bulan Sya'ban adalah bulan yang diistimewakan Nabi dan pula diagungkan. Sehingga selayaknya bagi seluruh kaum muslim untuk turut pula mengagungkan bulan ini.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui lembaga falakiyahnya telah mengeluarkan data hilal 29 Rajab 1444 H berdasarkan metode rukyat. Lembaga Falakiyah PBNU menyimpulkan bulan Rajab tahun ini digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal.
Pertanyaan puasa sunnah Sya'ban 2023 tanggal berapa menunjukkan antusiasme terhadap sunnah-sunnah Rasulullah. Pada bulan Sya'ban Nabi Muhammad lebih banyak berpuasa sunnah dibandingkan bulan-bulan yang lain.
Tanggal 1 Sya'ban 2023 atau 1444 Hijriah jatuh pada Rabu, 22 Februari 2023 menurut Kalender Hijriah Indonesia 2023 M oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) RI. Adapun Nisfu Sya'ban bertepatan dengan hari Rabu, 8 Maret 2023.
Hukum shalat Tahajud adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Sama seperti Tarawih, shalat Tahajud didirikan untuk menghidupkan malam, tapi dapat dikerjakan pada bulan apa saja. Jumlah rakaat shalat Tahajud minimal dua rakaat.
Bulan Syaban merupakan momentum untuk kembali mengingat utang puasa tahun lalu dan membayarnya sebelum menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Sebab, pada bulan Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah.