Indonesia menyambut kedatangan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Paus Fransiskus setelah 35 tahun absen. Paus mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (3/9/2024)
Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia menandai momen bersejarah setelah 35 tahun. Pilihan menggunakan kendaraan hybrid mencerminkan komitmen terhadap lingkungan. Kunjungan ini membuka peluang dialog antar agama dan memperkuat hubungan Indonesia-Vatikan. Sambutan hangat masyarakat Indonesia menunjukkan semangat toleransi dan keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia menandai momen penting bagi kerukunan beragama dan diplomasi. Tokoh NU menyambut positif, melihatnya sebagai pengakuan atas keberagaman Indonesia. Timing dekat pelantikan presiden baru memberi makna khusus. Harapan dialog antaragama dan pembahasan isu global mengemuka. Kunjungan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai model toleransi di mata dunia.
Paus Fransiskus akan mengunjungi Indonesia, memulai tur Asia dengan pertemuan lintas agama di Masjid Istiqlal. Kunjungan bersejarah ini menyoroti toleransi beragama di negara Muslim terbesar dunia, meski ada tantangan. Paus akan melewati Terowongan Persahabatan menuju Katedral, simbol kerukunan. Harapan tinggi muncul untuk dialog dan perubahan positif di masyarakat.
Jakarta siap menyambut momen bersejarah dengan kunjungan Paus Fransiskus dan gelaran Indonesia Sustainability Forum. Pemerintah mengimbau warga bekerja dari rumah pada 5 September 2024, mengantisipasi keramaian di kawasan Senayan. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dua acara besar sekaligus menjaga kenyamanan warga. Kunjungan Paus yang penuh makna ini menjadi sorotan dunia.
Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia dan Timor Leste pada September 2024. Kunjungan Paus ke Timor Leste menggugah animo umat Katolik Indonesia di Nusa Tenggara Timur
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menekankan pentingnya kunjungan Paus Fransiskus sebagai momentum membangun rasa saling percaya antar-umat beragama
Paus Fransiskus dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada 3 - 6 September 2024. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa pemerintah dan masyarakat Indonesia
Paus Fransiskus mendesak agar bantuan kemanusiaan segera mencapai warga Palestina di Gaza dan agar Israel dan Hamas segera menerima proposal gencatan senjata dan pelepasan sandera.
Paus Fransiskus kembali menyerukan gencatan senjata di Gaza segera dilakukan, dan meminta bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina tersalurkan di tengah kondisi ancaman kelaparan akibat serangan Israel.
Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, telah mengkonfirmasi bahwa Paus Fransiskus, pemimpin Vatikan, akan datang ke Indonesia pada 3 April 2024. Dalam kunjungan ini Paus juga dijadwalkan berkunjung ke Masjid Istiqlal.
Paus Fransiskus secara resmi meminta maaf atas kejahatan dan kekerasan di sekolah-sekolah yang dikelola gereja Katolik terhadap anak-anak pribumi atau masyarakat adat Kanada.