BMM hadir dalam kesempatan ini sebagai jembatan kebaikan dengan memberikan solusi. Dia memaparkan bahwa pihaknya memiliki empat peran dalam membantu hak disabilitas tuna rungu mengenal Islam.
Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lain. Namun, regulasi memerlukan bantuan masyarakat. Di sinilah filantropi Islam mengambil bagian.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz menerapkan konsep pengelolaan dana umat dalam lembaga baitul maal secara cermat hingga sukses mengentaskan kemiskinan hingga ke akar-akarnya.
Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat (BMM) mengadakan rangkaian kegiatan Perayaan Milad BMM ke-22 Tahun dalam rangka memperingati hari jadi yang jatuh tiap tanggal 16 Juni.
Tebar Al-Qur'an Braille menjadi salah satu program unggulan Baitulmaal Muamalat (BMM) di pelosok negeri. Tantangannya, banyak penyandang tunanetra yang terkendala dalam membaca Al-Qur'an Braille.
Fundraising Division Head BMM, Betsy E. Jiesral, menyebut ada beberapa program unggulan BMM yang sudah dirasakan langsung masyarakat pelosok. Dia mencontohkan program Kurban Prioritas untuk daerah termiskin, terluar, terdampak bencana, dan minoritas muslim di Indonesia.
Dalam proses restrukturisasi aset ini Bank Muamalat menggandeng PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PT PPA selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengelola aset non produktif Bank Muamalat.
Umat Islam di Indonesia bisa maju bila potensi zakat dimaksimalkan. Mereka yang awalnya mustahik akan menjadi muzzaki bila dana itu bisa untuk pemberdayaan.
Berdasarkan outlook zakat pada tahun lalu, potensi zakat nasional mencapai Rp327,6 triliun. Namun realisasi perolehannya masih minim yakni Rp11,5 triliun.
Ada perbedaan zakat, sedekah dan infaq. Umat Islam jangan sampai salah paham memaknai ketiganya yakni sama-sama berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Baitulmaal Muamalat (BMM) memiliki target para penerima zakat nantinya naik status. Mereka tak selamanya menjadi mustahik, tapi ke depannya harus muzzaki.