AS bom tiga situs nuklir Iran, picu kecaman global. Dunia khawatir konflik Iran-Israel makin memanas. Trump ancam serangan lanjutan jika Iran tak mundur.
Iran kembali meluncurkan serangan besar ke Israel dalam Operasi Balasan Tahap 3 pada Jumat sore. Rudal jarak jauh, drone tempur, dan drone kamikaze dikerahkan untuk menghantam fasilitas militer dan pusat komando Israel.
Hezbollah menegaskan tidak netral dalam konflik Iran-Israel dan siap bertindak mendukung Iran. Sementara itu, AS memperingatkan bahwa langkah tersebut bisa jadi keputusan yang sangat buruk.
PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pergantian rezim Iran bukan tujuan resmi Israel, namun bisa jadi akibat dari perang. Israel mengklaim telah hancurkan lebih dari separuh peluncur rudal Iran dan siap menyerang fasilitas nuklir.
Trump akan menentukan dalam dua pekan apakah Amerika Serikat akan ikut campur konflik Iran-Israel. Gedung Putih sebut diplomasi masih terbuka, tapi kekuatan militer bisa jadi pilihan jika Iran tak hentikan program nuklir.
Rusia memperingatkan AS agar tidak ikut campur dalam perang Iran-Israel. Putin dan Xi Jinping mengecam keras serangan Israel, sementara Trump menolak mediasi Rusia dan menyarankan Putin fokus ke Ukraina.
Iran dan Amerika Serikat dilaporkan melakukan pembicaraan langsung di tengah memanasnya konflik dengan Israel. Iran memberi sinyal siap bernegosiasi jika serangan dihentikan. Eropa jadi jembatan diplomasi baru.
Prancis bersama negara Eropa lainnya sedang menyusun inisiatif damai untuk mengakhiri konflik Iran-Israel. Presiden Macron menyerukan dihentikannya serangan non-nuklir dan memperingatkan risiko besar terhadap keamanan regional.