Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana mengatakan pihaknya menyiapkan berbagai upaya mitigasi untuk mengawal kondisi kesehatan jamaah haji gelombang kedua di Madinah.
Pemkot Semarang akan memperketat pemeriksaan kesehatan kepada calon haji (calhaj) yang menunggu pemberangkatan tahun depan. Hal ini dilakukan menyusul banyak ditemukannya jemaah haji yang mengalami masalah kesehatan.
Tidak banyak umat Islam di Indonesia yang berstatus haji muda. Sebab harus calon jemaah harus punya kemampuan finansial untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.
Ibadah haji diperuntukkan bagi umat muslim yang mampu. Di antara beberapa kemampuan yang dimaksud adalah soal finansial atau keuangan untuk biaya berangkat haji, sehingga keluarga yang ditinggalkan berkecukupan.
Melaksanakan ibadah haji adalah puncak dari rukun Islam. Tidak semua umat muslim mampu menjalankannya. Ini tak lepas dari banyaknya aturan dan syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menyempurnakan rukun Islamnya dengan menunaikan ibadah haji.
Tim medis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di sektor 4 Mekkah mengingatkan agar jemaah haji, senantiasa untuk menjaga kondisi fisiknya menjelang elaksanaan puncak rukun haji, yakni wukuf di Padang Arafah.
Tim dokter KKHI Makkah Sagiran Kromo Sukardi menyampaikan 3 pasien tersebut yakni 2 pasien yang sempat dirawat di bangsal rawat inap pria dan 1 pasien ICU KKHI Makkah.
Calon jemaah haji gelombang kedua berangkat dari Tanah Air menuju Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, untuk kemudian menuju Makkah dan menunaikan ibadah umrah wajib.
Tim Dokter Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Andi Yanti menyarankan jemaah haji Indonesia tetap menggunakan masker dengan baik sebagi salah satu bentuk ikhtiar untuk terhindari dari tertular segala jenis virus.
Jemaah haji diimbau untuk sering berwudhu selama di Arab Saudi. Hal ini untuk menjaga kesehatan mereka karena cuaca panas dan Covid-19 varian terbaru Omicron.