LANGIT7.ID, Semarang - Melaksanakan ibadah haji adalah puncak dari rukun Islam. Tidak semua umat muslim mampu menjalankannya. Ini tak lepas dari banyaknya aturan dan syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menyempurnakan rukun Islamnya dengan menunaikan ibadah haji.
Selain karena lamanya daftar tunggu haji, persyaratan istitoah kesehatan juga begitu ketat. Karenanya jamaah haji yang sekarang sudah berada di Tanah Suci diharapkan benar-benar mensyukuri nikmat luar biasa yang telah diberikan Allah SWT.
Ini adalah kenikmatan yang tidak semua muslim dapat merasakannya. Dan yang lebih penting lagi jika rasa syukur itu ditunjukkan dengan jemaah dengan lebih ikhlas dalam beribadah serta fokus bahwa berangkat haji semata-mata untuk ibadah.
Baca juga: Suhu Mekkah dan Madinah Capai 43 Derajat Celcius selama Musim Haji 2022“Kita ini pergi haji, bukan berwisata. Maka ayo kita pikirkan kekhusyu’an ibadah kita. Jangan hanya memikirkan fasilitas akomodasi dan konsumsi saja,” kata Kepala Bidang Bimbingan Ibadah sektor 4 KH Ahmad Nadhif, saat memberikan pembinaan kepada jemaah haji, Senin (21/6/2022) dikutip dari laman Kemenag Jateng.
Kiai Nadhif juga menyentil jemaah haji yang sering komplain hanya karena tidak ada pemanas air minum, atau pun fasilitas hotel yang kurang sesuai. Kemudian jemaah tersebut buru-buru membuat status di media sosial, menyebut bahwa akomodasi hotel yang jelek, atau mungkin jatah makan yang kurang sesuai selera.
Tapi sisi lain, ia tidak pernah melihat update status dari jemaah yang menyatakan tentang kurangnya ibadah.
Untuk itu dalam forum pembinaan jemaah haji terintegrasi yang dilaksanakan oleh bimbingan ibadah, promosi kesehatan, dan perlindungan jamaah maupun emergency medical team (EMT) di Lantai PR, Tower 2 Kiswah Hotel, KH Nadhif meminta agar jemaah fokus pada ibadahnya, tidak memikirkan akomodasi, transportasi dan konsumsi saja.
“Ibadah ini juga perlu keikhlasan. Jemaah diharapkan menjaga hatinya masing-masing untuk bisa ikhlas,” ucapnya.
(sof)