Setelah sekian lama umat Islam tertidur panjang seperti Ashabul Kahfi dalam gua, kini mereka bangkit. Lirih pada awalnya, lalu lantang, hingga tak bisa lagi diabaikan.
Indonesia mendorong Organisasi Konferensi Islam (OKI) agar menjadi organisasi yang bersatu, adaptif dan bermanfaat bagi Umat dan dunia. Termasuk yang utama dalam memajukan hak-hak perempuan.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, memaknai Hari Ibu sebagai momen mengingat perjuangan perempuan Indonesia. Itu tak lepas dari sejarah Hari Ibu yang dilatarbelakangi Kongres Perempuan I pada 22 Desember 1928.
Kultur yang sebenernya ingin aku bawa yaitu kultur dari keluargaku yang menganggap setiap perempuan memiliki nilai, ujar Yura dalam satu gelar wicara di Jakarta, Kamis (29/9/2022).
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar melihat keberadaan perempuan kerap terpinggirkan dari masyarakat. Padahal, Islam sangat memuliakan Perempuan. Di sisi lain, dia tak sepaham dengan gender equality yang menyamakan perempuan dan laki-laki secara total.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak kaum perempuan meningkatkan peranannya dalam pengembangan sektor pariwisata da ekonomi kreatif di Tanah Air.
Di sela-sela kesibukan, mereka tetap menyempatkan waktu untuk berjuang bersama yang lainnya, untuk terus menyuarakan hak-hak perempuan. Yuk, kita lihat ada siapa saja!