Dalam hadis riwayat Muslim dijelaskan tentang keutamaan membaca Al-Qur'an, yaitu Allah Ta'ala akan menurunkan ketenangan, rahmat, dan memuji suatu kaum yang melantunkan ayat-ayat Al-Quran, serta malaikat akan melingkarinya.
Meski hanya perumpamaan buah, akan tetapi perumpamaan ini begitu berarti dalam hidup manusia. Sebab, dengan adanya perumpamaan tersebut semakin menyadarkan umat mukmin bahwa membaca Al-Quran sangat bernilai ibadah.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat mengatakan, sebagai umat muslim tidak cukup hanya mampu membaca Al-Qur'an saja, melainkan juga memahami dan mengamalkan isi dalam Al-Qur'an agar mendapatkan kebahagiaan dari Allah SWT.
Ustaz Lufthi menuturkan, perkara sabar tertulis dalam Al-Qur'an yang seharusnya sabar itu menjadi obat penyakit hati. Pada dasarnya, Allah menurunkan ketentuan dan mustahil tidak bisa diamalkan oleh hamba-Nya.
Mendidik anak agar mandiri perlu dilakukan sedari kecil agar mereka mampu dan terbiasa. Memang memerlukan kesabaran untuk melatih kemandirian anak, namun kita bisa memulainya dengan hal-hal kecil terlebih dahulu.
Selain sebagai syarat sah salat, ternyata berwudu juga dianjurkan sebelum hendak tidur malam. Orang yang berwudu sebelum tidur, maka malaikat akan menjaganya di waktu tidur.
Salah satu cara Allah Ta'ala menjaga Al-Qur'an, yaitu dengan menyimpan di dada Nabi Muhammad Saw sebagai utusanNya kemudian di dalam dada umat Nabi Muhammad sebagai hambaNya.
Pakar parenting sekaligus penulis buku dr Aisah Dahlan mengatakan ketika orang tua ingin anak mahir dalam melafalkan Al-Quran maka mereka harus mengenali gaya belajar anak.
Lebih lanjut, Rey juga menjelaskan alasan dirinya menginginkan sang anak menjadi penghafal Alquran, karena menurutnya sebaik-baik pedoman ialah Alquran.
Dai muda sekaligus hafidz Quran, Ustadz Muhammad Saihul Basyir, menjelaskan, Al-Quran menjadi jawaban atas segala masalah yang tengah dihadapi umat manusia.