Menurut Maruf, ormas Islam di Indonesia bisa mengambil peran penting dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dia mencontohkan Persatuan Islam (Persis) yang telah memiliki basis di seluruh Indonesia.
Muktamar tersebut menitikberatkan pada pembahasan transformasi gerakan dakwah Persis untuk mewujudkan Islam rahmatan lil-alamin dalam bingkai NKRI. Itu merupakan spirit perjuangan dakwah yang sejak awal dilakukan oleh Persis.
Jawa Barat menempati urutan pertama penduduk muslim terbanyak di Indonesia. Tak heran, kata dia, jika masjid di Jawa Barat mencapai 200.000 masjid. Pemprov Jabar bekerja sama dengan masjid-masjid di Jawa Barat memberantas rentenir yang sering menggerus ekonomi umat.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid, menilai ormas Islam bisa menjadi sentra pengembangan industri halal di Tanah Air.
Irfan Hakim mengaku tak bisa lepas dari Persis. Pria kelahiran Bandung, 15 Oktober 1975 itu tumbuh di tengah keluarga Persis. Sang ayah almarhum Rosyid Sukarya dan Ibu Hj Juariah merupakan aktivis Persis.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menilai Indonesia mampu tumbuh di kuartal kedua pada 2022. Namun Indonesia harus mewaspasai 3 sumber gejolak perekonomian.
Persatuan Islam (Persis) menggelar Muktamar ke-16 di Hotel Raja Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut akan berlangsung pada 24-26 September 2022.
Mengenai agenda Muktamar XVI Persis, sebagai organisasi Islam besar yang berusia hampir satu abad, ia berharap Persis harus melakukan hal-hal besar untuk masa depan negara dan umat Islam Indonesia.
Jelang Muktamar ke-16, ia pun berharap agar eksistensi Persis terus berkembang sehingga membangun karakter umat yang kuat dengan toleransi yang tinggi.
Ia mengungkapan bahwa dirinya sudah lama mengenal sosok Prof Atif. Amin menilai Prof Atip memegang teguh prinsip hidup dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam dan ke-Persis-an.
Dalam satu abad ini, sudah seharusnya Persis menemukan bentuk jati diri pendidikan Islam yang ideal guna melahirkan generasi penerus bangsa yang mumpuni dalam seluruh bidang kehidupan.
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam (SBPI) ini memiliki pemahaman Islam yang mendalam dan mumpuni.