Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menilai Indonesia mampu tumbuh di kuartal kedua pada 2022. Namun Indonesia harus mewaspasai 3 sumber gejolak perekonomian.
Persatuan Islam (Persis) menggelar Muktamar ke-16 di Hotel Raja Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut akan berlangsung pada 24-26 September 2022.
Mengenai agenda Muktamar XVI Persis, sebagai organisasi Islam besar yang berusia hampir satu abad, ia berharap Persis harus melakukan hal-hal besar untuk masa depan negara dan umat Islam Indonesia.
Jelang Muktamar ke-16, ia pun berharap agar eksistensi Persis terus berkembang sehingga membangun karakter umat yang kuat dengan toleransi yang tinggi.
Ia mengungkapan bahwa dirinya sudah lama mengenal sosok Prof Atif. Amin menilai Prof Atip memegang teguh prinsip hidup dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam dan ke-Persis-an.
Dalam satu abad ini, sudah seharusnya Persis menemukan bentuk jati diri pendidikan Islam yang ideal guna melahirkan generasi penerus bangsa yang mumpuni dalam seluruh bidang kehidupan.
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam (SBPI) ini memiliki pemahaman Islam yang mendalam dan mumpuni.
Ia menyebutkan bahwa peran dan kontribusi umat Islam dalam ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim.
Hal tersebut ia sampaikan sebab dirinya beberapa kali bertemu secara langsung dengan calon ketum Persis itu. Salah satunya saat satu pesawat pasca-menunaikan ibadah haji.
Ia menjelaskan, persiapan dilakukan dengan sangat baik, mulai dari akomodasi hingga materi yang akan menjadi bahan pada muktamar nanti telah dipersiapkan dengan matang.
Ustaz Haris menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tranformasi bukan dakwahnya, melainkan gerakan dakwah yang fleksibel menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kemudian gerakan dakwah juga untuk mewujudkan Islam yang Rahmatan lil 'Alamin.