Ia menyebutkan bahwa peran dan kontribusi umat Islam dalam ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim.
Hal tersebut ia sampaikan sebab dirinya beberapa kali bertemu secara langsung dengan calon ketum Persis itu. Salah satunya saat satu pesawat pasca-menunaikan ibadah haji.
Ia menjelaskan, persiapan dilakukan dengan sangat baik, mulai dari akomodasi hingga materi yang akan menjadi bahan pada muktamar nanti telah dipersiapkan dengan matang.
Ustaz Haris menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tranformasi bukan dakwahnya, melainkan gerakan dakwah yang fleksibel menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kemudian gerakan dakwah juga untuk mewujudkan Islam yang Rahmatan lil 'Alamin.
Melalui pendekatan yang instensif, salah satunya dari jajaran Pimpinan Wilayah Persis DKI Jakarta, Ustaz Jeje mulai melunak dan menyatakan kesediaannnya untuk didorong jadi calon Ketua Umum PP Persis pada Muktamar XVI Persis.
Ketua STAIPI Jakarta ini menerangkan, berdasar hadits Nabi, tali-tali agama Islam itu akan terkelupas sehelai demi sehelai. Adapun yang pertama kali akan terkelupas dari tali Islam itu adalah tali hukum, sementara yang terakhir adalah tali salat.
Menurut Ustaz Jeje, seorang mujtahid itu idealnya dalam memutuskan fatwa bukan hanya mempertimbangkan fahmun nushus (faham teks) tapi juga fahmun naas (memahami kondisi atau realitas manusia).
Dalam rangka menyambut Muktamar Persis XVI di pertengahan September 2022 mendatang, diharapkan pada Muktamar nanti dapat menetapkan regulasi atau peraturan perundang-undangan jam'iyyah.
Dalam acara ini, Persis mengundang sejumlah tokoh-tokoh penting di Jawa Barat, seperti Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, dan Bupati Kabupaten Bandung.
Komitmennya yang kuat dalam gerakan dakwah dan organisasi keislaman, keluasan wawasan dan ilmu, serta keluwesannya dalam pergaulan dengan berbagai organisasi pergerakan Islam menyebabkan ia banyak diminta gabung dengan berbagai organisasi dan lembaga dakwah.
Manajer Redaksi Majalah Risalah ini menjelaskan bahwa waktu yang singkat merupakan alasan utama mengapa Persis hanya mengundang tiga tokoh di Jawa Barat saja.