Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap meminta ada protokol kesehatan secara ketat meski pemerintah memberikan pelonggaran masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 2 Agustus mendatang.
Presiden Joko Widodo meminta ulama mengajak masyarakat mengikuti program vaksinasi Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan virus corona.
Di masa pandemi dengan berbagai varian virus baru yang muncul, menjaga imunitas adalah modal utama untuk tetap sehat. Dengan badan yang sehat, seorang Muslim dapat banyak melakukan amal, ibadah, dan meningkatkan kualitas takwa.
Panitia penyelenggara juga menempatkan petugas di sekitar area podium yang berfungsi memberi aba-aba kepada atlet, waktu harus melepas dan memakai masker kembali.
Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah akan menindak tegas pelanggar aturan PPKM level 4. Meski begitu, pemberian sanksi dilakukan secara persuasif.
Di AS Shalat Id Idul Adha digelar di Dar Al-Hijrah, Virginia. Puluhan komunitas muslim yang berada di Virginia berbondong-bondong ke masjid menunaikan shalat id dari berbagai asal dan suku.
Warung makan, lapak jajanan dan tempat sejenisnya yang memiliki usaha di ruang terbuka akan di izinkan hingga pukul 21.00 WIB dengan waktu maksimal pengunjung yang makan 30 menit.
Shalat Id dimulai pada pukul 06.15 WIB di Mushalla Al Ikhlas. Sebagai imam dan khatib yakni Pengasuh Pondok Pesantren Syalafiyah Syafiiyah Ustaz Haji M Taufik Hidayat.
Saat masa pandemi Covid-19, apalagi beredarnya virus varian delta tentunya membuat semua pihak was-was. Karena itu perlu diterapkan protokol kesehatan ketat.
Jamaah haji harus menerapkan protokol kesehatan ketat saat menjalani ibadah tersebut. Satu kelompok dibatasi hanya 20 orang untuk mencegah penyebaran virus.
Dalam studi terungkap bahwa Covid-19 terbukti dapat bertahan hidup selama berjam-jam bahkan berhari-hari di permukaan suatu benda. Menjaga kebersihan di antaranya bisa dilakukan dengan menyemprotkan cairan disinfektan.