Mulai dari universitas pertama di dunia hingga ke hal-hal kecil seperti sikat gigi, terdapat bukti kontribusi besar umat Islam terhadap dunia modern saat ini.
Ada sejarah yang terjadi hanya karena pengaturan pengeras suara di masjid dan musala, menyebabkan kerusuhan Geger Cilegon atau disebut sebagai Pemberontakan Petani Banten pada tahun 1888, versi sejarawan DR Sartono Kardodirjo.
Dalam Islam, laki-laki maupun perempuan memiliki hak sama dalam memperoleh pendidikan. Ada banyak ulama perempuan yang berkontribusi di dalam peradaban Islam.
Wakil Rektor II Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Muhammad Faqih menjabarkan, Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan pada 31 Januari 1926 dipicu oleh peristiwa runtuhnya kekhalifahan Turki Utsmani.
Sejarah MUhammdiyah memiliki peran sentral dalam kehidupan manusia khususnya persyarikatan Muhammadiyah. Maka para sejarawan dapat merumuskan konstruksi pemikiran sejarah sesuai dengan konteks zamannya.
Jati diri sebenarnya dari sosok pahlawan asal Maluku Kapitan Pattimura masih menyisakan pertanyaan. Mulai dari nama asli, agama hingga latar belakangnya. Berikut pendapat Ustadz Adi Hidayat hingga sejarawan muslim Ahmad Mansur Suryanegara.
Pasca-dibukanya ekowisata dan eduwisata di Sungai Ciliwung, masyarakat umum sampai pelajar dapat berwisata sambil mempelajari seluk-beluk, sejarah serta upaya pelestarian sungai sepanjang 120 kilometer tersebut.
Setiap 28 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda mengacu pada rekomendasi Kongres Pemuda II pada 1928. Namun sebenarnya, istilah Sumpah Pemuda' tidak ada ada dalam rekomendasi kongres tersebut.
Kontroversi soal nama Jalan Mustafa Kemal Pasha Ataturk mengingatkan umat Islam di negeri pada polemik yang sangat sengit antara A. Hassan dan Natsir dengan Soekarno. Polemik ini berlangsung di media massa dan menjadi salah satu polemik legendaris hingga kini.
Mimbar masjid sebelumnya tidak pakai oleh Nabi. Beliau hanya bertopang pada pohon kurma sampai akhirnya ada tukang kayu yang mendatanginya menawarkan mimbar.
Belajar sejarah bisa lewat nisan kubur, karena batu tersebut bukan sebatas penanda kematian. Hal inilah yang dilakoni komunitas Pelestari Nisan Nusantara.